Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dekatkan dengan Keluarga, Tanwirul Hija Cangkreng Pulangkan Siswa Lebih Awal Tiap Sabtu

Ina Herdiyana • Minggu, 23 Juni 2024 | 18:36 WIB
TEGAS: KH. A. Dumairi Asy
TEGAS: KH. A. Dumairi Asy

SUMENEP, RadarMadura.id – Keberhasilan pendidikan dibutuhkan kerja sama semua pihak. Terutama orang tua atau wali murid dan guru.

Sebab, mendidik anak merupakan kewajiban orang tua, bukan guru di lembaga pendidikan.

Yayasan Tanwirul Hija Cangkreng memiliki cara khusus untuk mengikat hubungan keluarga siswa dengan lembaga pendidikan.

Lembaga di Kecamatan Lenteng, Sumenep, ini memiliki program kunjungan rumah siswa.

KH A. Dumairi Asy'ari selaku pengasuh menjelaskan, program itu dilaksanakan tiap Sabtu.

Siswa dipulangkan lebih awal untuk berkunjung ke rumah siswa secara bergilir yang dipimpin oleh wali kelas masing-masing.

"Kunjungan ini bertujuan agar siswa tahu rumah dan keluarga teman-temannya. Sebab, selama ini ada kesan siswa hanya berkunjung ke rumah temannya saat ada yang sakit," ungkap Kiai Dumairi dalam sambutan temu wali murid di halaman Pondok Pesantren Tanwirul Hija Cangkreng, Minggu (23/6).

Sesampainya di rumah yang dikunjungi, rombongan siswa membaca tahlil dan doa bersama.

BERWIBAWA: KH. Imam Hasyim menyampaikan ceramah agama dalam temu wali murid di halaman Pondok Pesantren Tanwirul Hija Cangkreng, Minggu (23/6).
BERWIBAWA: KH. Imam Hasyim menyampaikan ceramah agama dalam temu wali murid di halaman Pondok Pesantren Tanwirul Hija Cangkreng, Minggu (23/6).

Kiai Dumairi mengimbau agar tahlil ini dipimpin oleh orang tua atau wali siswa yang sedang dikunjungi.

"Banyak manfaat dari program ini. Selain siswa bisa bersilaturahmi dengan keluarga, rumah yang dikunjungi ditempati pembacaan tahlil," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kiai Dumairi menegaskan agar keluarga siswa yang dikunjungi tidak memberi suguhan makanan berat.

Dia mengimbau agar cukup roti dan air minum. "Sebab, masalah suguhan ini kadang mengganggu program tidak berjalan," tegasnya.

Pada temu wali murid itu juga digelar pengajian. Panitia mendatangkan KH Imam Hasyim. Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyah itu menegaskan kewajiban orang tua terhadap anak. Dua di antaranya agar memberi nama yang baik dan mendidik anak. (luq)

Editor : Ina Herdiyana
#pondok pesantren #pendidikan #keluarga #Tanwirul Hija