Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Polisi Kesulitan Ungkap Pembuang Bayi di Desa Pabian, Sumenep

Ina Herdiyana • Jumat, 21 Juni 2024 | 23:45 WIB

 

DIRAWAT: Bayi perempuan saat menjalani perawatan di Puskesmas Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (19/6). (POLRES SUMENEP UNTUK JPRM)
DIRAWAT: Bayi perempuan saat menjalani perawatan di Puskesmas Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (19/6). (POLRES SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pelaku pembuangan bayi di Dusun Pasar Kayu, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, masih misterius.

Pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku dan orang tua bayi perempuan tersebut.

Kepala Desa Pabian Zulfikar Ali Mustakim mengungkapkan, salah satu kesulitan untuk mengungkap orang tua bayi itu ialah kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang sepi. Selain itu, di sekitar TKP tidak ada closed circuit television (CCTV).

”Dari pihak desa, kami sudah mencari informasi untuk wilayah sekitar Dusun Pasar Kayu memang tidak ada warga yang usia kandungannya sudah tua atau sudah siap untuk melahirkan,” terangnya saat dihubungi Kamis (20/6).

Selain itu, akses jalan menuju TKP adalah jalan buntu. Ujung selatan Jalan Urip Sumoharjo. Sedangkan ujung utara merupakan landasan Bandara Trunojoyo.

Menurut dia, yang biasa menggunakan akses jalan itu hanya petani. Namun karena dalam suasana Lebaran, saat itu tidak ada warga yang ke sawah.

”Jadi sangat sepi memang jalan itu, yang jelas kesulitannya minim saksi dan di sekitar tempat kejadian tidak ada CCTV,” ungkapnya.

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas menyampaikan, kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap orang tua bayi malang tersebut.

”Sampai saat ini belum ada titik terang, masih lidik,” katanya.

Menurutnya, bayi berjenis kelamin perempuan itu dalam kondisi baik. Saat ini sudah dirujuk dari Puskesmas Pamolokan ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep.

Selanjutnya, bayi itu akan dibawa ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) di Sidoarjo.

”Kami masih menunggu dari PPSAB Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Bayi itu ditemukan di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (18/6). Bayi malang itu ditemukan terbungkus plastik merah dalam keadaan masih hidup di depan rumah Sudahnan di Jalan Bromo, Dusun Pasar Kayu, Desa Pabian.

Bayi itu ditemukan Moh. Ali Wahyudi sedang menangis di dalam kantong plastik merah sekitar pukul 11.30.

Bayi itu diperkirakan baru dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan warga. Kondisi bayi sehat dan masih dililit tali pusar.

Dari lokasi penemuan itu kemudian dibawa ke Puskesmas Pamolokan untuk dilakukan perawatan.

Erfin Sukayati selaki Kasi Informasi RSUD dr H Moh. Anwar menyampaikan, bayi itu dirujuk ke RSUD pada Selasa (18/6) pukul 17.00.

Dari instalasi gawat darurat (IGD) pukul 18.30 dibawa ke neonatal intensive care unit (NICU) untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Saat dibawa ke RSUD kondisi bayi kurang bagus, sehingga dilakukan tindakan dengan memberikan oksigen nasal. 

”Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah membaik dan sudah lepas oksigen, refleks isapnya juga bagus. Saat ini beratnya 2.000 gram, panjangnya 46 sentimeter,” jelasnya. (c1/luq)

Editor : Ina Herdiyana
#sumenep #KESULITAN #pembuang bayi #desa pabian #polisi