SUMENEP, RadarMadura.id – Mayoritas jemaah haji Indonesia sudah mengambil nafar awal atau perjalanan kembali ke Makkah setelah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan Mina.
Tidak terkecuali 913 jemaah haji asal Sumenep yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 96, 97, dan 98.
Kasi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep M. Rifa’i Hasyim mengatakan, untuk saat ini para jemaah sedang beristirahat.
Sebab, diperlukan waktu yang cukup untuk memulihkan tenaga dan rasa lelah mereka seusai melakukan rangkaian ibadah haji di Muzdalifah dan Mina.
Selanjutnya, rangkaian ibadah yang akan diikuti oleh jemaah haji adalah tawaf ifadah dan sai. Dua rangkaian ibadah tersebut diklaim juga akan menguras energi.
Sebab, dibutuhkan kekuatan yang ekstra bagi jemaah. Apalagi, nantinya jemaah berdesak-desakan dengan jemaah haji dari berbagai negara lainnya.
”Tawaf ini dilakukan di sekitar Kakbah setelah jemaah pulang dari Muzdalifah dan Mina,” kata Rifa’i kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) melalui sambungan telepon seluler Rabu (19/6).
Rifa’i menjelaskan, kondisi jemaah haji asal Sumenep dalam keadaan prima. Tetapi, dia tetap mengimbau jemaah untuk beristirahat total.
Sehingga, siap melakukan tawaf ifadah dan sai. ”Kami komitmen tetap memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Rifa’i menambahkan, setelah melakukan tawaf ifadah dan sai, masih ada rangkaian ibadah yang harus dilakoni jemaah.
Yakni tahallul tsani atau cukur rambut untuk kedua kalinya. Jika selesai, maka rangkaian ibadah haji tuntas.
”Kalau tahallul tsani selesai, nanti tinggal melaksanakan ibadah-ibadah sunah saja,” pungkasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti