Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dua Bulan Pisah Ranjang, Edi Purwanto Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Fatmasari Margaretta • Minggu, 12 Mei 2024 | 15:00 WIB
TRAGIS: Suasana duka di rumah Edi Purwanto, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Sabtu (1/5). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
TRAGIS: Suasana duka di rumah Edi Purwanto, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Sabtu (1/5). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Edi Purwantoditemukan gantung diri di kamarnya sekitar pukul 12.30 Sabtu (11/5).

Belum diketahui pasti pemicu pria berdomisili di Dusun Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, itu mengakhiri hidupnya.

Pihak keluarga menyebut jika pria berusia 32 tahun itu sudah dua bulan pisah ranjang dengan istrinya.

Tubuh Edi ditemukan kali pertama oleh Halimah (ibu) serta teman akrabnya Moh. Farhan, 25, dan Soni, 25.

Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah kaku, lidah terluka, kedua tangan dan kaki menghitam. Hal ini menunjukkan jika tubuh Edi sudah lama tergantung.

Semula, keduanya memiliki firasat buruk tentang Edi. Sebab, dua kali disambangi ke rumahnya tidak keluar. Pintu kamar dikunci dari dalam dan lampunya padam.

Sekitar pukul 12.30, mereka memaksa masuk ke dalam kamar atas seizin orang tua Edi yakni Halima.

Untuk masuk ke dalam kamar, mereka harus mendobrak pintu. ”Ibunya (Edi) ini yang melihat langsung tergantung ujar warga yang melihat di tempat kejadian perkara.

Ahmad Farid, 48 selaku kakak Edi mengatakan, dirinya tidak melihat langsung kejadian tersebut.

Sebab, dia sedang salat Duhur sehingga tidak tahu pasti kronologi meninggalnya sang adik.

”Jadi repot yang mau ngasih informasi,” ucapnya.

Dia mengutarakan, Edi pernah bercerita bahwa sekitar dua bulan pisah ranjang dengan istrinya yang sudah dinikahi selama dua tahun.

Farid mengaku tidak tahu pasti masalah dalam rumah tangga adiknya. Dia sengaja tidak ikut campur urusan keluarga Edi.

Sejak pisah ranjang, Edi selalu murung dan enggan bercerita tentang masalah keluarganya.

Menurut Farid, Edi dikenal anak yang baik dan peduli kepada saudaranya, terlebih kedua orangtuanya.

Farid menegaskan, pihak keluarga menerima dan ikhlas atas kepergian Edi. Sebab, hal itu sudah menjadi takdir hidup adiknya.

”Anaknya memang baik, tapi pendiam. Saya juga tidak terlalu ikut campur urusan adik saya, yang terpenting dia sehat. Saya tidak menyangka harus berakhir seperti ini,” terang Farid.

Terpisah, Lurah Gladak Anyar Andi Wisnoe mengutarakan, pintu kamar Edi didobrak karena terkunci dan lampu kamar dimatikan.

Edi ditemukan gantung diri oleh dua temannya Farhan dan Soni serta Halima selaku ibu Edi.

”Untuk sementara, penyebab bunuh diri Edi belum diketahui,” paparnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan melalui Kasihumas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto mengungkapkan, pihak keluarga tidak memperkenankan korban dibawa ke RSUD untuk divisum.

Alasannya, menunggu saudara korban yaitu Erfan yang dalam perjalanan pulang dari Surabaya.

Meski begitu, petugas mengamankan barang bukti berupa tali tampar dengan panjang sekitar dua meter berwarna biru.

”Selanjutnya petugas akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya. (ail/bil)

Baca Juga: Rata-rata Karena Faktor Kesehatan, 10 CJH Bangkalan Mengundurkan Diri

Editor : Fatmasari Margaretta
#bunuh diri #visum #gantung diri #padam #kamar #pisah ranjang #takdir #surabaya