SUMENEP, RadarMadura.id – Operasi Ketupat Semeru rutin dilaksanakan setiap tahun oleh institusi Kepolisian Repubulik Indonesia (Polri).
Tahun ini Polres Sumenep akan mendirikan 16 pos. Lokasinya nyaris sama alias tidak ada perubahan sebagaimana operasi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kapolres Sumenep AKBP Noveri Santoso mengatakan, Operasi Ketupat Semeru rutin dilaksanakan menjelang dan pasca Hari Idul Fitri.
Terutama pengamanan arus mudik Lebaran. ”Tahun ini operasi ini akan dilaksanakan 13 hari ke depan sejak 4–16 April,” katanya.
Menurut dia, 16 pos itu terbagi tiga kategori. Perinciannya, pos terpadu, pos pelayanan, dan terakhir pos pengamanan.
”Pos-pos itu akan kami dirikan di beberapa titik yang menjadi pusat keramaian masyarakat selama libur Idul Fitri dan mudik,” kata Noveri kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Mantan Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Jatim itu memaparkan, untuk pos pengamanan, lokasinya ada di beberapa destinasi wisata. Mulai dari Asta Tinggi, kolam renang TSI, Wisata Tectona, WPS, dan Bukit Tawaf Pagarbatu.
Kemudian, Pantai Ekasoghi, Mangrove, Pantai Sembilan, Slopeng, Pantai Lombang, Gua Sukarno, dan di pertokoan Jalan Diponegoro.
Pos pelayanan akan didirikan di Terminal Arya Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, serta Pelabuhan Kalianget.
”Kalau pos terpadu ada di lokasi, Jalan Raya Trunojoyo dan di Jalan Raya Prenduan,” terangnya.
Dia menegaskan, Operasi Ketupat Semeru digelar untuk menjaga stabilitas kondisi masyarakat dalam menjalankan dan merayakan Idul Fitri 1445 H.
Karena itu, dia mengajak masyarakat sama-sama terlibat aktif menjaga ketertiban.
”Pos-pos yang kami dirikan itu nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Baik yang mencari informasi, ingin istirahat, maupun keperluan lainnya.
Kami juga melengkapi pos tersebut dengan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (di/yan)
Editor : Ina Herdiyana