SUMENEP, RadarMadura.id – Pedagang Bazar Takjil Ramadan di Taman Bunga Pottre Koneng Sumenep menjual jajanan tradisional. Antara lain, lemper, nagasari, mento, dan gallung teleng.
Setiap hari pengunjung dari berbagai sudut dan pelosok tidak pernah surut. Mereka berburu jajanan yang disajikan dan dijual oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Keris.
Hasbi, 28, warga Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, mengaku datang ke Taman Bunga Pottre Koneng untuk ngabuburit.
Juga untuk berburu takjil. Jadi, tidak perlu kebingungan untuk mendapatkan menu berbuka puasa.
”Saya kira sudah sangat pas lokasinya di jantung kota, pusat keramaian. Dan, punya ciri khas karena semua jajanan tradisional ada,” katanya kepada JPRM Jumat (22/3).
Hasbu dan kawan-kawannya memburu jajanan tradisional. Sebab, jajanan tradisional sangat khas dan memiliki karakteristik kedaerahan.
”Saya orang kampung. Jadi, kalau bertemu jajanan tradisional tentu ada kesan tersendiri,” jelasnya.
Eksistensi jajanan tradisional sebagai kekayaan lokal harus dipertahankan. ”Kuliner lokal merupakan kekayaan kita, maka wajib kita jaga bersama,” tandasnya. (di/jup)
Editor : Ina Herdiyana