SUMENEP, RadarMadura.id – Operasional penanganan sampah di Sumenep cukup menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep.
Buktinya, anggaran belanja BBM kendaraan dinas (randis) DLH mencapai Rp 325.620.000 setahun.
Kabid Tata Lingkungan DLH Sumenep Moh. Hasinuddin Firdaus membenarkan bahwa institusinya memiliki alokasi anggaran senilai ratusan juta untuk BBM. ”Untuk belanja oli mesin dan pertalite serta solar,” katanya.
Pejabat yang akrab disapa Hasinuddin itu menyampaikan, anggaran ratusan juta tersebut bukan hanya untuk operasional bidangnya, melainkan untuk semua bidang.
”Itu juga ada untuk alat berat, truk pengangkut sampah, kendaraan roda tiga, dan kendaraan lain,” ucapnya.
Anggaran BBM tersebut sangat dibutuhkan institusinya. Jika tidak dianggarkan, berbagai program dipastikan tidak bisa berjalan lancar. Terutama pengelolaan sampah.
”Randis kami cukup banyak. Truk pengangkut sampah saja 130 unit, belum yang lainnya,” ujar Hasinuddin.
Hasinuddin menambahkan, sangat wajar jika institusinya mendapat anggaran operasional cukup besar. ”Sebab, sudah disesuaikan dengan jumlah armada dan kebutuhan operasional,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, anggaran ratusan jita tersebut harus dimanfaatkan dengan baik.
Sebab, dananya terpantau lumayan besar. ”Nominalnya besar karena untuk setahun. Tolong dipergunakan sesuai ketentuan,” tegasnya. (iqb/yan)
Editor : Ina Herdiyana