SUMENEP, RadarMadura.id – Tahun lalu, Disperkimhub Sumenep gagal mendapatkan bantuan keuangan (BK) dari Provinsi Jatim.
Yakni, untuk perbaikan Pelabuhan Brakas, Kecamatan/Pulau Raas. Dana yang diajukan melalui BK provinsi sebesar Rp 2 miliar.
Akibatnya, hingga kini kondisi pelabuhan untuk pelayanan penyeberangan di Pulau Raas tetap rusak.
Karena itu, tahun ini Pemkab Sumenep meminta bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Keselamatan Transportasi Disperkimhub Sumenep Imam Afif Rusidy mengatakan, perbaikan Pelabuhan Brakas belum bisa dilakukan tahun ini.
Sebab, anggaran perbaikan belum tersedia. ”Untuk Pelabuhan Brakas belum bisa diperbaiki,” katanya.
Dia mengaku berupaya mencari anggaran untuk perbaikan. Sebab, dana yang dibutuhkan cukup besar.
Yakni, mencapai Rp 2 miliar lebih. Pihaknya meminta support anggaran dari pemerintah pusat. ”Tahun ini kami akan ajukan ke kementerian untuk perbaikannya,” ujar Afif.
Afif menjelaskan, tahun lalu pihaknya mengupayakan untuk mendapat dana BK Provinsi Jatim.
Hanya, usulan dana untuk perbaikan Pelabuhan Brakas itu tidak jelas. Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk perbaikan fasilitas tempat bersandarnya kapal, ruang tunggu penumpang, dan sebagainya.
”Kami sudah usulkan ke provinsi, cuma belum ada rekomendasi dari gubernur,” terangnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menyadari jika kondisi keuangan yang dimiliki pemkab terbatas.
Sementara kondisi pelabuhan di Kota Keris banyak yang butuh perbaikan. Termasuk Pelabuhan Brakas, Kecamatan Raas.
Dia berharap, dinas terkait memaksimalkan peluang anggaran, baik dari Provinsi Jatim dan pusat.
”Jika memang kondisi Pelabuhan Brakas, Raas, itu rusak parah, masukkan ke skala prioritas agar dapat perhatian dari banyak pihak,” sarannya. (iqb/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta