Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Aktivis PMII Bacakan Tiga Tuntutan saat Demo Mapolres Sumenep, Apa Saja?

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 5 Maret 2024 | 15:54 WIB
UNJUK RASA: Ratusan aktivis menggelar aksi di depan Mapolres Sumenep Senin (4/3). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
UNJUK RASA: Ratusan aktivis menggelar aksi di depan Mapolres Sumenep Senin (4/3). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Ratusan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyampaikan aspirasi di depan Mapolres Sumenep Senin (4/3). Mereka datang dengan membawa tiga tuntutan.

Di antaranya, menangkap bandar narkoba dan para pelaku pungli di Pasar Ganding, Kecamatan Ganding.

Kedua, restrukturisasi organisasi Polres Sumenep, dan ketiga tutup tempat hiburan malam yang meresahkan masyarakat Kota Keris.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Sumenep Agus Salim mengatakan, Sumenep kental dengan nilai-nilai religiusitas dan adat ketimuran.

”Tapi, di lapangan ada tempat hiburan malam yang justru berpotensi akan menghancurkan nilai-nilai itu,” katanya.

Tidak hanya itu, para aktivis juga menyoroti maraknya peredaran narkoba. Menurut Agus, Polres Sumenep hanya menyasar korban atau pemakai.

Dengan demikian, kasus penyalahgunaan narkoba selamanya tidak akan pernah beres. Kasus penyalahgunaan narkoba bisa diberantas jika bandarnya tertangkap.

”Itu yang dimaksud memberantas hingga ke akar-akarnya. Bukan hanya pemakai, yang notabene mereka hanya menjadi korban. Sedangkan bandarnya tidak ditindak,” ucapnya.

Agus juga berharap kepada Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso untuk mengusut kasus dugaan pungli di Pasar Ganding.

Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Sumenep pada 2018. Tetapi, hingga sekarang tidak menemukan kejelasan sampai mana pengusutan perkaranya.

”Kami perhatikan, tidak terlihat keseriusan Polres Sumenep mengusut kasus dugaan pungli di Pasar Ganding. Meski sudah bertahun-tahun, tidak jelas seperti apa perkembangan penanganan kasusnya,” tegasnya.

Baca Juga: Bangun Tambat Labuh, Pelabuhan Wisata Kalianget Kuras APBD Rp 1,2 Miliar, Disperkimhub Sumenep: Dana Itu Cukup Menambah Panjang Dermaga

Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso mengapresiasi aspirasi para aktivis.

Menurut dia, kontrol yang diberikan para mahasiswa untuk institusi Polri, khususnya di Sumenep, sangat berarti. ”Saya senang, mereka mau menyampaikan aspirasi,” katanya.

Pria yang baru dua bulan memimpin Polres Sumenep itu menegaskan, akan mencatat semua tuntutan para aktivis. Baik yang berupa kritikan maupun permintaan.

”Ini aspirasi dari mereka, dan saya mencatat itu untuk Sumenep yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (di/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tempat hiburan malam #pmii #tiga tuntutan #mapolres sumenep #Pasar Ganding #peredaran narkoba #aktivis