Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bangun Tambat Labuh, Pelabuhan Wisata Kalianget Kuras APBD Rp 1,2 Miliar, Disperkimhub Sumenep: Dana Itu Cukup Menambah Panjang Dermaga

Fatmasari Margaretta • Senin, 4 Maret 2024 | 22:55 WIB
BELUM BERFUNGSI: Warga berada di sekitar pelabuhan wisata sisi Kalianget, Rabu (10/1). (MOH IQBAL/JPRM)
BELUM BERFUNGSI: Warga berada di sekitar pelabuhan wisata sisi Kalianget, Rabu (10/1). (MOH IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id  Pelabuhan Wisata Kalianget sudah dibangun 2021 lalu. Namun, selama ini dermaga tersebut belum difungsikan karena dinilai kurang panjang sehingga menyulitkan kapal untuk bersandar.

Tahun ini pelabuhan tersebut kembali mendapatkan alokasi anggaran Rp 1.209.402.135.

Dana miliaran ini dialokasikan untuk membangun tambat labuh. DPRD Sumenep meminta agar pekerjaan segera direalisasikan.

Kabid Prasarana dan Keselamatan Transportasi Disperkimhub Sumenep Imam Afif Rusidy menyampaikan, tahun ini pihaknya mengalokasikan dana Rp 1,2 miliar untuk tambat labuh.

Dana tersebut sengaja dialokasikan untuk memaksimalkan Pelabuhan Wisata Kalianget. Sebab, selama ini pelabuhan tersebut belum difungsikan.

”Anggaran tambat labuh Rp 1,2 miliar itu untuk pelabuhan wisata di Kalianget,” ujarnya.

Afif menuturkan, panjang dermaga yang dibutuhkan agar bisa dioperasikan sekitar 40 meter.

Menurutnya, anggaran yang disiapkan diperkirakan cukup untuk menambah panjang dermaga. ”Insyaallah cukup untuk memenuhi kebutuhan panjang dermaganya,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya tidak memaksa pelabuhan langsung beroperasi pasca dibangun 2021.

Sebab, kondisinya memang tidak memungkinkan. Jika dipaksakan, akan berisiko pada kapal yang akan bersandar karena ketika air surut kapal tidak bisa mendekat ke dermaga.

”Begitu juga saat air sedang pasang. Kalau pembangunannya selesai, nanti pasti sudah bisa dioperasikan,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Muhri menekankan, proyek tambat labuh tersebut segera dimulai sejak awal tahun.

Tujuannya, pembangunannya cepat selesai sehingga pelabuhan bisa segera dioperasikan.

”Kami menyarankan agar pekerjaannya segera diproses. Jangan jadikan kebiasaan pekerjaan proyek di akhir tahun. Apalagi proyek tambah labuh seperti ini membutuhkan proses lebih rumit karena harus berhadapan dengan pasang surut air laut,” paparnya.

Sekadar diketahui, pembangunan Pelabuhan Wisata Kalianget menghabiskan dana Rp 4.107.052.375.

Pada 2021 dianggarkan Rp 1.521.421.935 untuk pembangunan di sisi Kalianget. Sumber dananya dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur 2021.

Pada 2022, pembangunan pelabuhan sisi Kalianget dianggarkan kembali sebEsar Rp 1.310.490.151. Yakni, untuk menambah panjang dermaga.

Di tahun yang sama juga dibangun pelabuhan dari sisi Kecamatan Talango dengan dana senilai Rp 1.275.140.289. Sumber anggarannya dari APBD Sumenep 2022. (iqb/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#sumenep #wisata #pelabuhan #Pasang surut #bantuan keuangan #BK #Tambat Labuh #kalianget