Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Setahun, Anggaran Perdin Dispendukcapil Sumenep Hampir Setengah Miliar

Ina Herdiyana • Jumat, 9 Februari 2024 | 13:30 WIB
ANTRE: Warga sedang mengurus administrasi kependudukan, Kamis (1/2). (MOHAMMAD ERWIN MAULIDIN/JPRM)
ANTRE: Warga sedang mengurus administrasi kependudukan, Kamis (1/2). (MOHAMMAD ERWIN MAULIDIN/JPRM)

SUMENEPRadarMadura.id – Anggaran perjalanan dinas (perdin) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep tidak sedikit. Buktinya, dalam setahun mencapai ratusan juta.

Kepala Dispendukcapil Sumenep Raden Achmad Syahwan Effendy mengatakan, institusinya memang mendapat anggaran perdin ratusan juta setiap tahun.

”Sebab, kami termasuk OPD yang fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut dia, anggaran perdin tersebut dialokasikan untuk berbagai program. Misalnya, jemput bola pembuatan administrasi kependudukan. Mulai dari pembuatan kartu keluarga (KK), akta kematian, dan akta kelahiran.

”Kami jemput bola ke desa, sekolah, dan ke pondok pesantren (ponpes),” terangnya.

SIGIT AP/JPRM
SIGIT AP/JPRM

Menurut dia, pembuatan administrasi kependudukan yang dilayani saat jemput bola menggunakan kertas houtvrij schrijfpapier (HVS). Sebab, material tersebut mudah didapat.

”Untuk KTP dan KIA tetap dibuat di kantor kecamatan dan di kantor kami. Sebab, peralatannya memang khusus,” ujarnya.

Syahwan mengatakan, pihaknya melakukan upaya jemput bola karena masih banyak masyarakat yang enggan mengurus administrasi kependudukan.

”Kami terus menyadarkan masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan,” terangnya.

Dia berharap, kesadaran masyarakat terus meningkat. ”Masyarakat harus paham bahwa memiliki dokumen kependudukan sangat penting,” terangnya.

Mandataris Ketua Umum (Ketum) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep Agus Salim menyatakan, anggaran perdin dispendukcapil  tidak sedikit. Jadi, dinas terkait mesti serius melayani masyarakat.

”Jangan beralasan kesadaran masyarakat masih rendah. Kalau selalu beralasan begitu, berarti gagal memberikan pencerahan,” terangnya. (bai/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#Perdin #anggaran #sumenep #dispendukcapil #perjalanan dinas #opd