Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pelajar SMA Loncat dari KM Sabuk Nusantara 92 Rute Kangean–Kalianget, Sumenep, Basarnas Terus Lakukan Pencarian

Ina Herdiyana • Rabu, 7 Februari 2024 | 16:45 WIB
SIAGA: Tim Basarnas melakukan pencarian penumpang KM Sabuk Nusantara 92 yang meloncat dalam pelayaran dari Pulau Kangean ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Minggu (4/2). (BASARNAS SUMENEP UNTUK JPRM)
SIAGA: Tim Basarnas melakukan pencarian penumpang KM Sabuk Nusantara 92 yang meloncat dalam pelayaran dari Pulau Kangean ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Minggu (4/2). (BASARNAS SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah penumpang KM Sabuk Nusantara 92 yang berlayar dari Pulau Kangean Jumat (2/2) berkurang.

Sebab, salah seorang penumpang asal Kecamatan Sapeken hilang di tengah perjalanan. Pemuda yang masih duduk di bangku kelas III SMA itu diduga meloncat ke laut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/2) sekitar pukul 02.40. Saat itu Samil ikut KM Sabuk Nusantara 92 dari Pulau kangean menuju Kalianget.

Namun, saat kapal sudah melewati Pulau Sapudi, warga Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, itu sudah tidak berada di tempatnya.

Setelah dicek, Samil meloncat dari atas dek belakang kapal. Lokasinya saat kapal melintas di sekitar perairan Pulau Raas. Kepastian tersebut dilihat dari closed circuit television (CCTV) kapal.

”Sedang dalam perjalanan dari Kangean menuju Kalianget. Informasinya, itu siswa SMA Muhammadiyah,” ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Taufiqqur Rahman.

Saat itu, sebagian besar penumpang sedang tidur. Setelah sampai di perairan Sapudi, teman Samil terbangun. Dia menyadari Samil sudah tidak ada di tempat tidurnya. ”Setelah bangun, langsung melapor nakhoda,” ucap Taufiq.

Berdasar informasi yang didapatkan KSOP, Samil meloncat di sekitar perairan Pulau Raas. Sebelum meloncat, dia sempat memakai pelampung (lifebuoy). ”Sempat pakai lifebuoy. Satu dilempar dan satu dipakai,” jelasnya.

Taufiq menambahkan, saat itu kapal tidak mungkin kembali ke perairan Raas. Sebab, posisi kapal sudah hampir sampai ke Pelabuhan Kalianget.

Karena itu, nakhoda memilih melanjutkan perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan pencarian.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sumenep Bambang Pujo mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi tersebut pada Jumat sore.

Setelah itu, berkoordinasi dengan tim dan menentukan titik koordinat lokasi kejadian. ”Kami baru melakukan pencarian keesokan harinya pada Sabtu,” katanya.

Pencarian yang dilakukannya sudah berlangsung selama 4 hari. Namun, hingga sekarang belum membuahkan hasil. Tim sudah menyisir sekitar lokasi kejadian. ”Hasil pencariannya masih nihil,” ungkap Bambang.

Pencarian dilakukan ke arah timur dan selatan dari lokasi kejadian. Terutama ke sekitar perairan Desa Guwa-Guwa, Kecamatan Raas. Tim cukup kesulitan karena terkendala cuaca buruk. ”Ombak dan hujan,” ujar Bambang.

Pencarian akan terus dilakukan hingga beberapa hari ke depan. Bambang berharap dalam waktu dekat Samil segera ditemukan.

”Sesuai peraturan, pencarian dan pertolongan itu batas waktunya sampai 7 hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj Kades Saur Saebus Marjuni mengakui pemuda yang loncat dari atas kapal itu memang warganya. Sebelumnya, Samil pulang ke pulau karena liburan sekolah. Kemudian, dia ikut kapal berniat masuk sekolah.

”Kami dan keluarga tetap menunggu informasi dari Basarnas seperti apa perkembanganya,” katanya. (iqb/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#sumenep #pelajar #loncat #basarnas #KM Sabuk Nusantara 92 #Kangean #kalianget