Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dispendik Sumenep Lestarikan Tradisi dan Latih Sportivitas Siswa melalui Turnamen Sepak Bola Mini dan Rap-kerraban

Ina Herdiyana • Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:10 WIB
LESTARIKAN TRADISI: Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra (kiri) dan Sekkab Edy Rasiyadi mencoba permainan tradisional rap-kerraban saat pembukaan turnamen di halaman pemkab, Jumat (26/1).
LESTARIKAN TRADISI: Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra (kiri) dan Sekkab Edy Rasiyadi mencoba permainan tradisional rap-kerraban saat pembukaan turnamen di halaman pemkab, Jumat (26/1).

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep menggelar turnamen sepak bola mini dan rap-kerraban untuk siswa sekolah dasar (SD).

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Kalender Event Sumenep 2024 itu dibuka langsung oleh Wabup Sumenep Dewi Khalifah di lapangan pemkab, Jumat (26/1).

Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, turnamen sepak bola mini dan rap-kerraban diikuti siswa SD sekabupaten.

Dari 27 kecamatan di Kota Keris, terdapat 22 kecamatan yang mendaftar. Lima kecamatan seperti Raas, Sapeken, Masalembu, Kangayan, dan Nonggunong tidak bisa ikut karena kondisi cuaca buruk.

”Peserta turnamen sepak bola mini berjumlah 22 tim. Jadi, per kecamatan ada satu tim,” katanya.

Pelaksanaan lomba berlangsung tiga hari. Jumat (26/1) terdapat delapan tim yang bertanding. Sabtu (27/1) ada 10 tim yang akan berkompetisi.

Minggu (28/1) terdapat empat tim yang akan bertanding dan dilanjutkan pertandingan final.

”Untuk peserta lomba permainan tradisional rab-kerraban, ada 85 siswa dari 22 kecamatan yang mendaftar,” tutur Agus.

Agus menerangkan, turnamen sepak bola mini dan rap-kerraban bertujuan melatih sportivitas siswa SD.

Di samping itu, pihaknya ingin mengenalkan permainan tradisional kepada anak didik. Menurut dia, hal itu penting untuk menambah pengetahuan siswa.

”Ini adalah upaya pemerintah untuk melatih sportivitas siswa dan melestarikan permainan tradisional,” terangnya.

Dispendik Sumenep melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Agus memaparkan, hal itu sejalan dengan tema Kalender Event Sumenep 2024 yang mengangkat konsep pentahelix.

”Kami juga libatkan kecamatan dan lembaga satuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami harap masyarakat dan pemerintah bisa terus berkolaborasi untuk memajukan Sumenep,” pungkasnya. (bus/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#sepak bola mini #rapkerraban #tradisi #dispendik sumenep