SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep pada tahun lalu berencana melakukan uji sandar pelabuhan wisata sisi Kalianget. Akan tetapi, hal tersebut belum terealisasi.
Akibatnya, pelabuhan itu belum dioperasikan. Padahal, pembangunan pelabuhan tersebut sudah rampung pada akhir 2022. Pelabuhan yang dibangun menggunakan uang rakyat itu terkesan mubazir.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Taufikurrahman menyatakan, pemkab memang sempat berkoordinasi dengan institusinya berkenaan dengan uji sandar pelabuhan wisata tersebut. Tepatnya pada September 2023.
Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut. ”Akibatnya, proses uji sandar pelabuhan wisata belum juga bisa dilakukan,” katanya.
Taufikurrahman mengaku, sebelum dioperasikan, pelabuhan itu harus dilakukan uji sandar. Tujuannya, mengetahui kelayakannya sebelum dioperasikan.
”Kami masih menunggu informasi dari pemkab. Kapan uji sandar akan dilakukan,” ucapnya.
Menurut dia, institusinya tidak berwenang menentukan waktu pelaksanaan uji sandar. Sebab, yang berhak menentukan adalah pemkab.
”Pelabuhan itu kan milik mereka (pemkab). Kami sebatas melakukan pendampingan,” imbuh Taufikurrahman.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Transportasi Disperkimhub Sumenep Imam Afif Rusidy mengatakan, institusinya berencana menambah panjang dermaga.
Sebab, saat ini kapal sulit sandar. Terutama, saat air surut. ”Setelah ditambah, semoga segera dioperasikan,” katanya.
Setelah penambahan panjang dermaga tersebut selesai, lanjut dia, institusinya bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Terutama, melakukan uji sandar dan lain-lain.
”Yang jelas, secepat mungkin kami upayakan agar segera beroperasi,” imbuh Imam Afif Rusidy.
Pembangunan pelabuhan wisata tersebut menghabiskan dana Rp 4.107.052.375. Pada 2021, dialoksikan anggaran Rp 1.521.421.935 untuk pembangunan sisi Kalianget. Dana bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Jatim.
Kemudian, pada 2022 kembali dialokasikan anggaran untuk menambah panjang dermaga sisi Kalianget sebesar Rp 1.310.490.151.
Pada tahun yang sama, juga dialokasikan anggaran untuk pembangunan sisi Talango sebesar Rp 1.275.140.289. Dana tersebut bersumber dari APBD Sumenep 2022. (iqb/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana