SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengunjungi rumah korban terdampak angin puting beliung, Kamis (11/1). Dalam pertemuan di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, itu Bupati Fauzi juga memberikan bantuan kepada para korban.
Angin puting beliung yang terjadi Selasa (9/1) mengakibatkan puluhan bangunan milik warga rusak.
Dalam kunjungan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Tujuannya, memberikan bantuan berupa biaya stimulan untuk merehab bangunan terdampak bencana. Selain itu, memberikan 73 paket sembako.
”Saya berharap, bantuan yang disalurkan BPBD dan Baznas bisa mengurangi beban para korban,” harap Fauzi.
Pada kesempatan itu, Fauzi juga melihat sejumlah rumah warga yang rusak akibat amukan angin puyuh. Kondisi yang terjadi di lapangan membuat dia prihatin.
Kehadiran pemerintah dianggap sangat penting untuk meringankan beban warga. Bupati Fauzi juga mengajak masyarakat gotong royong menangani dampak bencana.
Menurut dia, semangat gotong royong antarmasyarakat harus ditingkatkan. Terutama, dalam menanggulangi dan meminimalkan dampak bencana. Apalagi, kondisi cuaca beberapa waktu terakhir ini cenderung ekstrem.
Bupati Fauzi mengimbau masyarakat terus berdoa meminta perlindungan kepada Tuhan supaya bencana yang terjadi tidak mengakibatkan korban jiwa.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari lalu diharapkan menjadi yang terakhir. ”Masyarakat harus selalu waspada.
Sebab, secara geografis, Desa Nambakor dan sekitarnya termasuk daerah rawan terjadi puting beliung,” imbaunya.
Waktu dan tempat bencana alam tidak bisa diprediksi. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan.
Berbagai potensi yang dapat memicu bencana hendaknya diantisipasi. Jika telanjur terjadi bencana alam yang mengakibatkan dampak darurat, segera hubungi layanan Call Center 112.
Dengan begitu, petugas Pemkab Sumenep cepat melakukan langkah.
”Call Center 112 memang dirancang untuk menerima setiap aduan masyarakat terkait kejadian kedaruratan,” jelasnya.
Layanan tersebut gratis. Sebab, terobosan itu memang dirancang untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
”Melalui Call Center 112, pemkab dan pihak terkait berupaya lebih sigap menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya. (bus/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana