SUMENEP, RadarMadura.id - SMA Negeri 2 (Smada) Sumenep melaksanakan berbagai kegiatan usai Penilaian Akhir Semester (PAS). Diantaranya pekan seni dan olahraga (Porssmada), bazar pendidikan kewirausahaan (PKWU) dan pameran projek penguatan profil pelajar pancasila. Kegiatan tersebut berlangsung selama 9 hari.
Untuk acara Porssmada berlangsung selama 6 hari, dibuka sejak Rabu (13/12) dan ditutup pada Senin (18/12). Sedangkan untuk bazar PKWU dan pamerannya itu digelar mulai Selasa-Kamis (19-21/12).
Kepala SMA Negeri 2 Sumenep Drs. Sukarman mengatakan, kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan agar para peserta didik tidak jenuh usai melaksanakan PAS. Dengan kegiatan seperti itu, siswa bisa kembali fokus belajar.
Baca Juga: SMAN 2 Sumenep Borong Penghargaan di Soation23 Unija
”Kegiatan ini sebagai refreshing siswa setelah penilaian akhir semester,” katanya.
Sukarman menjelaskan, untuk Porssmada tersebut penyelenggaranya melibatkan internal sekolah. Dengan kegiatan seperti itu, pihaknya dapat melihat potensi yang dimiliki siswa dalam bidang seni dan olahraga. ”Ini untuk pencarian bakat siswa,” ucapnya.
Kemudian, kegiatan bazar PKWU juga mengasah kreatifitas siswa. Begitu juga dengan pameran projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) yang wajib dilaksanakan karena masuk ke dalam kurikulum merdeka.
”Ini sebagai ajang kreatifitas siswa di akhir semester,” tukas Sukarman.
Sukarman juga mengungkapkan, untuk bazar dan pameran tersebut melibatkan 36 stand dari perwakilan masing-masing kelas. Pelaksanannya dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama sejak pukul 07.00-11.00 itu untuk internal sekolah.
Baca Juga: Spoiler Jujutsu Kaisen Season 2 Episode 22: Mahito Tertelan Suguru Getou, Yuuji Bersiap Bertarung
Sedangkan sesi kedua sejak pukul 14.00-17.00 dan sesi tiga pukul 18.00-21.00 itu bisa juga untuk kalangan umum. Seperti para alumni, wali murid dan masyarakat.
”Bazarnya itu juga diperlombakan. Seperti stand terbaik dan penjualan terbaik,” pungkasnya.
Sukarman menambahkan, bazar yang diselenggarakannya itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini transaksi penjualannya sudah menggunakan voucher.
”Saya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini kreatifitas siswa lebih meningkat. Sesuai visi sekolah, berakhlak mulia, kreatif dan berprestasi,” imbuhnya. (iqb/par)
Editor : Hendriyanto