SUMENEP, RadarMadura.id – SDN Lebeng Barat 3, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, menjadi angkatan pertama Program Sekolah Penggerak (PSP).
Sebagai wujud implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah yang dinakhodai Abu Talib itu menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Sekolah ini jauh dari kota dengan Infrastruktur yang kurang memadai. Namun, sekolah tersebut cukup kencang dalam memajukan dunia pendidikan.
Dalam menerapkan P5, SDN Lebeng Barat 3 mengambil 2 tema besar, yakni dimensi kebinekaan dan kearifan lokal.
Baca Juga: Mengapa Simulasi Cicilan Mobil Penting Sebelum Membeli Kendaraan Impian?
”Ada 7 tema besar dalam PSP, sekolah diminta untuk memilih 2 di antaranya. Jadi kami pilih kearifan lokal dan kebinekaan,” jelas Abu Talib, Jumat (15/12).
Tema kearifan lokal dalam P5 perlu dilakukan guru sebagai fasilitator dapat dimulai dengan membangun rasa ingin tahu siswa.
Dengan demikian, siswa melakukan eksplorasi budaya terhadap kearifan lokal dan perkembangan di tengah-tengah masyarakat.
Siswa secara tidak langsung akan mencari tahu dan mempelajari latar belakang suatu kesenian atau tradisi lokal. Juga, mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lokal yang masih dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Lupa Bayar Pajak, Ya! BPPKAD Sumenep Yakin Target PBB Tercapai
Sementara dalam dimensi kebinekaan, siswa akan diajak mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti pada kekerasan.
Siswa juga akan didorong untuk membangun dialog terkait keberagaman dan nilai-nilai ajaran yang dianut serta diterapkan dengan penuh hormat.
”Selaras dengan visi misi sekolah, terwujudnya sekolah yang unggulan menghasilkan peserta didik yang berkarakter, berakhlak baik, cerdas secara intelektual emosional, dan spiritual,” pungkasnya. (via/luq)