SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep terus memaksimalkan realisasi program bantuan sosial (bansos).
Buktinya, selama ini sudah banyak bansos yang diberikan kepada warga Kota Keris. Itu semua dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Pada Juni lalu, dinsos telah menuntaskan penyaluran bansos kepada warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Total penerima 300 orang.
Perinciannya, 120 penerima berdomisili di kecamatan daratan dan 30 orang sisanya berdomisili di kepulauan.
Khusus penyandang disabilitas penerima bansos di kecamatan daratan sebanyak 136 orang dan 14 orang sisanya berdomisili di kepulauan.
Bantuan yang diberikan dinsos berupa sembako dan perlengkapan kebersihan diri dengan nilai Rp 1 juta.
Perinciannya, beras 20 kilogram, 2 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, 1 botol kecap manis, dan 2 kaleng sarden.
Lalu, 2 kotak susu instan, biskuit, madu, handuk, sabun mandi cair, pasta gigi, sikat gigi, dan goodie bag.
Pada Agustus lalu, dinsos juga menyerahkan bansos berupa beasiswa kepada 190 warga. Perinciannya, 101 mahasiswa dan 89 penerima lainnya dari kalangan pelajar serta santri.
Total anggaran yang disalurkan Rp 424.500.000. Nominal uang yang diterima penerima bervariasi mulai dari Rp 2.000.000–Rp 2.500.000.
Tidak hanya itu, dinsos juga menyalurkan bantuan hibah berupa uang ke sejumlah tempat ibadah dan lembaga keagamaan yang sudah berbadan hukum. Di antaranya, 40 masjid, 137 musala, 10 pondok pesantren, dan tiga lembaga sosial.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan, pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat kurang mampu tersebut merupakan wujud nyata dari tagline Bismillah Melayani.
Karena itu, sejak awal dia terus mendorong agar program bansos itu tepat sasaran.
”Bansos yang kami berikan diharapkan bisa membantu mereka yang kurang mampu. Pemerintah hadir meringankan beban warga. Terutama, para lansia dan kaum disabilitas,” katanya.
Achmad Fauzi Wongsojudo menuturkan, pemerintah juga memberikan beasiswa kepada para mahasiswa dan pelajar.
Hal itu dilakukan untuk menopang pendidikan generasi muda di Sumenep. ”Untuk membantu keperluan mereka saat menimba ilmu,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Sumenep Achmad Dzulkarnain menyatakan, pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini, institusinya mendapat tambahan bansos beasiswa.
Nanti ada 107 calon penerima yang akan mendapat bantuan tersebut. ”Untuk beasiswa yang PAK masih kami sosialisasikan,” katanya.
Achmad Dzulkarnain menambahkan, institusinya juga akan memberikan bansos berupa sembako kepada para lansia dan disabilitas.
Tujuannya, mengurangi kesulitan dan membantu kesinambungan hidup mereka.
”Penerima bantuan tersebar di enam kecamatan. Penerima bansos adalah mereka yang benar-benar tidak memiliki penghasilan,” ucapnya. (iqb/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia