SUMENEP, RadarMadura.id – Pergantian jajaran direksi tidak membuat usaha PD Sumekar terus berkembang. Justru sejumlah core business yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) itu terkesan jalan di tempat.
Di antaranya, keberadaan Apotek Sae Sadaja di Jalan dr Cipto, Kolor, Sumenep. Apotek yang dipihakketigakan itu dinilai tidak memberikan dividen kepada perusahaan. Atas kondisi tersebut, akhirnya dibekukan pada Juni lalu.
Usaha lain yang juga jalan di tempat, yakni usaha alat tulis kantor (ATK). Usaha tersebut juga tidak memberikan sumbangsih pada pendapatan asli daerah (PAD). ”Memang usaha yang berjalan saat ini hanya beras ASN dan minyak curah,” kata Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan ketika ditemui di kantornya, Jumat (24/11).
Menurut Hendri, untuk usaha minyak curah, pihaknya hanya melaksanakan sistem kemitraan dengan salah satu perusahaan. Sementara PD Sumekar sebagai marketing-nya.
Terus, lanjut dia, untuk minyak curah yang dijual itu kualitas CP 10 dan pemasarannya baru ada di tiga lokasi. ”Yakni wilayah Gapura, Ganding, dan Desa Pancor, Sapudi,” sebutnya.
Dari dua usaha itu, terang Hendri, pihaknya berjanji akan maksimal sumbang PAD. ”Ada keuntungan lebih, pasti kita lakukan. Total target PAD sebesar Rp 7.197.845,” tuturnya.
Hendri menyampaikan, sampai saat ini pihaknya masih berusaha memperbaiki manajemen. Termasuk, keberadaan Apotek Sae Sadaja yang kini masih dibekukan dan bangunannya sedang dalam proses perbaikan.
Terpisah, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir meminta jajaran direksi PD Sumekar berbenah. Apalagi, keberadaan BUMD tersebut sudah lama menjalankan usaha. Dengan demikian, dapat memberikan pemasukan ke daerah.
”Bukan malah memberikan kemudaratan seperti pendistribusian beras ASN beberapa bulan ini. Kan kasihan mereka, TPP-nya dipotong, tapi berasnya malah tidak dikirim,” kata dia.
Kabag Perekonomian Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar belum bisa memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai core business milik PD Sumekar yang tidak berjalan maksimal. Dia juga enggan menyebutkan data target PAD PD Sumekar.
”Wah, itu berkaitan dengan data, harus di kantor,” katanya singkat. (via/daf)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti