SUMENEP, RadarMadura.id – SKK Migas-KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI) memberikan perhatian besar terhadap upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Buktinya, perusahaan tersebut turun langsung memberikan pembinaan kepada badan usaha milik desa (BUMDes).
Salah satunya, KKKS KEI menghadiri peluncuran BUMDes Pagerungan Jaya, Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Selasa (17/10). Pada waktu yang sama dilakukan peluncuran unit usaha internet desa.
Peresmian unit usaha internet BUMDes Pagerungan Jaya diluncurkan oleh Public Government and Affair (PGA) Manager KEI Kampoi Naibaho. Termasuk juga bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Anwar Syahroni Yusuf.
PGA Manager KEI Kampoi Naibaho mengatakan, pendampingan dari perusahaan terhadap sejumlah BUMDes memang sudah biasa dilakukan dengan konsisten. Salah satunya, kepada BUMDes Pagerungan Jaya. Kali ini, pendampingan KKKS KEI berkaitan dengan penguatan kelembagaan manajemen BUMDes. Sekaligus, melakukan optimalisasi pengembangan unit usaha internet desa.
”Unit usaha internet desa dihadirkan untuk mengatasi salah satu permasalahan di Desa Pagerungan Besar. Karena, sinyal internet di desa tersebut cukup sulit,” ungkapnya.
Melalui unit usaha yang baru diluncurkan itu, Kampoi berharap perkembangan dan kemajuan ekonomi masyarakat bisa terus meningkat. Sehingga, manfaat yang lebih baik bisa dirasakan oleh penduduk setempat secara menyeluruh.
”Manfaat dari unit usaha ini harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Terutama, berkaitan dengan peningkatan ekonomi,” ujarnya.
Kepala DPMD Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengapresiasi keterlibatan langsung KKKS KEI untuk memberikan pendampingan terhadap BUMDes. Menurutnya, hal itu sangat membantu pemerintah dalam upaya pembangunan desa.
Menurutnya, intervensi yang dilakukan KKKS KEI mengenai pendampingan penguatan kelembagaan BUMDes sejalan dengan rencana program pemerintah kabupaten (pemkab). Khususnya, yang berkaitan dengan penguatan ekonomi kemandirian.
”Kami, dari pemerintah daerah memang terus mendorong semua desa untuk melakukan penguatan dan pengembangan BUMDes,” ujarnya.
Anwar menyampaikan, program pendampingan yang digalakkan KKKS KEI sangat luar biasa. Dia berharap, program serupa bisa terus berlanjut ke beberapa desa di kecamatan lain.
”Program seperti ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi desa lain. Termasuk juga kepada sejumlah perusahaan yang ada di Sumenep untuk berkolaborasi,” ucapnya.
Pemkab Sumenep sedang mengoptimalkan penerapan sistem pentahelix. Yaitu, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong kemajuan pembangunan dan perekonomian masyarakat.
”Pendampingan yang dilakukan KKKS KEI mengarah pada penguatan kelembagaan, pemetaan potensi, hingga pelaksanaan konsep kinerja,” tuturnya.
Sedangkan dalam pemetaan potensi prioritas yang dipilih untuk Desa Pagerungan Besar adalah unit usaha internet desa. Sebab, kondisi sinyal di wilayah tersebut terpantau sangat minim atau lemah.
Selain itu juga ada potensi usaha pendukung. Seperti pengelolaan pelabuhan yang dibangun sebagai aset desa. Melalui pelabuhan desa tersebut, maka bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
”Selain membuka peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, pengelolaan pelabuhan desa itu juga menjadi sumber pendapatan untuk desa,” katanya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Nurwahidi mengatakan, program tersebut dapat bermanfaat dari aspek ekonomi ke depan. Dia berharap program pengembangan masyarakat (PPM) itu bisa terus dikembangkan.
”Pendampingan ekonomi desa berbasis BUMDes di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, harus terus dikembangkan,” ucapnya.
Program yang dilaksanakan oleh SKK Migas di wilayah Kecamatan Sapeken merupakan bukti bahwa SKK Migas-KKKS, dalam hal ini KEI, bukan sekadar berfokus pada kegiatan pengusahaan migas. Tetapi, di samping itu, juga ada program pengembangan ekonomi masyarakat.
”Ini bertujuan untuk memajukan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi,” jelasnya.
Direktur BUMDes Pagerungan Jaya Husin Jamil menyampaikan sangat terbantu dengan program PPM SKK Migas-KKKS KEI. Dia menyampaikan terima kasih atas pendampingan perusahaan dalam upaya pengembangan usaha desa yang dia pimpin.
”Kami sangat berharap, pendampingan seperti ini terus berkelanjutan,” harapnya.
Husin menyampaikan, saat ini masih terus berlangsung tahap pendampingan sistem aplikasi akuntansi BUMDes (SAAB) melalui bumdes.id. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program SKK Migas-KKKS KEI.
”Semoga BUMDes Pagerungan Jaya bisa dikelola secara akuntabel dan transparan ke depan,” harapnya. (bus/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta