PASONGSONGAN, RadarMadura.id – Puskesmas Pasongsongan memiliki program unggulan untuk menekan dan mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Inovasi itu Gerakan Peduli Ibu hamil dengan pendampingan oleh Kader untuk ibu hamil risiko tinggi (Gepi Dapil Risti ).
Dengan program tersebut, AKI berhasil diturunkan secara signifikan dengan tidak ada (zero) kasus kematian ibu sejak 2019 dibandingkan 2018 tercatat 1 kasus. AKB 2021 ada 10 kasus, menurun menjadi 5 kasus pada 2022.
Kepala Puskesmas Pasongsongan dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes mengatakan, program Gepi Dapil Risti mengunjungi ibu hamil dan mendeteksi kehamilan dengan risiko tinggi.
Kunjungan itu melibatkan petugas puskesmas terdiri atas dokter, petugas gizi, bidan desa, serta penyuluh kesehatan dengan menggandeng kader kesehatan desa dan lintas sektoral.
”Program ini sangat penting, karena dapat mengenal bahaya kehamilan. Serta dapat memberikan motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil sampai mendapatkan pelayanan persalinan.
Dengan adanya inovasi ini diharapkan AKI dan AKB di wilayah Kecamatan Pasongsongan bisa terus ditekan hingga tidak ada kasus kematian ibu dan bayi,” paparnya. (iqb/luq)
Editor : Abdul Basri