SUMENEP, RadarMadura.id – Penobatan Arya Wiraraja digelar setiap tahun. Tahun ini Pemkab Sumenep menggelar kegiatan itu di Kota Tua Kalianget. Masyarakat antusias menyaksikan prosesi penuh sejarah tersebut.
Terik matahari tidak menyurutkan warga untuk datang ke kantor PT Garam (Persero) di Kecamatan Kalianget, Sabtu (28/10). Ada yang rela memarkir kendaraan di tempat jauh dan berjalan kaki untuk sampai ke lokasi.
Kedatangan mereka karena ingin melihat prosesi Penobatan Arya Wiraraja dan Kirab Budaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengingat berdirinya Kabupaten Sumenep.
Di lokasi prosesi terlihat sebagian orang mengenakan pakaian keraton. Mereka memiliki peran masing-masing dalam penobatan Arya Wiraraja sebagai adipati. Kegiatan tersebut digelar setiap tahun untuk mengingat sejarah berdirinya Sumenep. Sebab, perjalanan Sumenep selama 754 tahun membutuhkan proses panjang.
Budayawan Ibnu Hajar menceritakan, Arya Wiraraja merupakan adipati Sumenep yang mendapatkan perintah dan petunjuk dari Prabu Kertanegara yang memegang kekuasaan di Kerajaan Singasari. Awalnya, Arya Wiraraja merupakan orang kepercayaan Wisnuwardhana dari Singasari. Saat itu Arya Wiraraja juga memiliki jabatan tinggi karena menjadi juru nasihat bidang politik. ”Termasuk masalah ketenteraman dan keamanan kerajaan,” katanya.
Ibnu juga menyampaikan, saat Wisnuwardhana meninggal, jabatannya diganti putranya, Prabu Kertanegara, yang dikenal dengan Pangeran Muda. Saat itu juga, Arya Wiraraja dinobatkan sebagai adipati Sumenep.
”Karena dianggap paham dengan ilmu politik, jadi saat itu Arya Wiraraja mengabdi dan memegang kekuasaan kejayaan Kabupaten Sumenep,” jelas Ibnu.
Sebagai pemimpin, Arya Wiraraja mampu membangun dan memajukan Sumenep. Hal tersebut yang mendasari peringatan Hari Jadi Sumenep yang digelar setiap tahun. ”Peranan Arya Wiraraja dalam kemajuan Sumenep sangat besar,” imbuhnya.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, peran Arya Wiraraja menjadi sejarah besar berdirinya Kerajaan Majapahit. Hingga menjadi kekuatan besar di Asia dan kerajaan yang diperhitungkan di dunia. (*/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana