Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hormati Leluhur, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Non-ASN Pakai Baju Adat Keraton

Ina Herdiyana • Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:34 WIB
SANG PEMIMPIN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengenakan baju adat keraton saat prosesi Penobatan Arya Wiraraja dalam peringatan Hari Jadi Ke-754 Sumenep di Kota Tua Kalianget, Sabtu (28/10).
SANG PEMIMPIN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengenakan baju adat keraton saat prosesi Penobatan Arya Wiraraja dalam peringatan Hari Jadi Ke-754 Sumenep di Kota Tua Kalianget, Sabtu (28/10).

SUMENEP, RadarMadura.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-754 Sumenep, semua pejabat di Sumenep diwajibkan memakai baju adat keraton. Mulai dari pejabat aparatur sipil negara (ASN) hingga pejabat pemerintah non-ASN.

Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 431/1929/435.107.3/2023. Yakni, tentang Pemakaian Baju Adat Keraton selama dua hari mulai Senin (30/10).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, baju adat keraton sangat penting dipromosikan. Sebab, baju adat itu merupakan kekayaan tradisi dan budaya yang menjadi identitas.

Karena itu, sangat penting dikenalkan kepada semua lapisan masyarakat. Termasuk kepada anak-anak dan pemuda. ”Pada saat pelaksanaan upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep pada 31 Oktober, semua harus memakai baju adat,” ucapnya.

Kebijakan itu tidak hanya diwajibkan kepada ASN. Pejabat non-ASN juga diharuskan memakai baju adat Keraton Sumenep. Misalnya, pegawai instansi vertikal, badan usaha milik negara (BUMN), pegawai, dosen, dan guru pada lembaga pendidikan swasta. ”Bagi mahasiswa dan pelajar, silakan memakai batik khas Sumenep,” katanya.

Instruksi mengenakan baju adat hanya diberlakukan pada jam kerja efektif. Sedangkan di luar waktu tersebut bebas memakai baju seperti biasa. ”Ini bertujuan melestarikan budaya leluhur Sumenep supaya tetap kental dengan sejarah kerajaan,” jelas Fauzi.

Di sisi lain, Bupati Fauzi memberikan kebijakan pengecualian terhadap pejabat ASN tertentu. Yaitu, kepada paramedis, petugas keamanan, satpol PP, dan pemadam kebakaran (damkar) di lapangan. Mereka tidak diwajibkan memakai baju adat. ”Karena mereka memiliki tugas dengan seragam khusus,” ujarnya.

Bupati Fauzi mengajak semua lapisan masyarakat menghormati leluhur. Salah satunya dengan melestarikan adat budaya keraton. ”Asal muasal Kabupaten Sumenep adalah kerajaan. Bahkan, sudah dipimpin oleh 35 raja dan 17 bupati. Makanya, adat yang sudah ada terdahulu harus dilestarikan,” ucapnya.

Dia juga memberikan penekanan lebih terhadap pemuda. Upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal harus dijaga. Tidak terkecuali, penanaman karakter tentang kesadaran melestarikan adat budaya. Semangat perjuangan para leluhur dalam membangun daerah harus terus digelorakan seperti ketokohan Arya Wiraraja.

”Peringatan hari jadi ini jangan sekadar dijadikan seremonial. Namun, harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Sumenep lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” pesan Fauzi. (bus/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#Hari jadi sumenep #raja #asn #bupati achmad fauzi #baju adat #harjad #kota keris #Keraton Sumenep #leluhur #kota tua kalianget #radar madura