SUEMNEP, RadarMadura.id – Dua proyek peningkatan jalan di Pulau/Kecamatan Raas belum digarap. Padahal, waktu yang tersedia semakin mepet, yakni sisa tiga bulan lagi.
Dua proyek itu meliputi peningkatan Jalan Brakas–Karangnangka. Pagu proyek tersebut Rp 464.593.000. Sementara untuk peningkatan Jalan Kropoh–Ketupat dialokasikan Rp 418.457.000.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep Salamet Supriyadi mengatakan, pengerjaan fisik untuk proyek peningkatan jalan di Pulau Raas belum dimulai. Sebab, baru selesai penandatanganan kontrak.
”Untuk penandatanganan kontrak baru selesai 8 September. Jadi, sekarang masih persiapan untuk pelaksanaan fisik,” katanya.
Dia menyebutkan, pada Rabu (27/9), tim dari DPUTR Sumenep bersama rekanan akan turun lapangan. Tujuannya, melakukan pengukuran. ”Kebetulan, aspal di dua jalan itu memang aspal lama sehingga sangat memerlukan peningkatan,” ujarnya.
Menurut dia, mengenai jenis aspal yang akan digunakan untuk peningkatan Jalan Brakas–Karangnangka dan Jalan Kropoh–Ketupat yakni menggunakan cold mix. Jenis aspal tersebut dianggap cocok untuk jenis tanah di kepulauan.
”Persiapan pengerjaan fisik mulai dilakukan. Dalam waktu dekat, kami pastikan sudah dilaksanakan,” ujarnya.
Berhubung mepet akhir tahun, Supriyadi meminta rekanan pelaksana bekerja dengan cepat. Wajib tuntas sesuai jadwal di kontrak. Apalagi, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan.
”Mumpung masih cerah, kami minta pengerjaan fisik segera dilaksanakan. Karena kalau sudah akhir tahun, berpotensi hujan,” katanya.
Dia mengatakan, ketika musim hujan, pengerjaan fisik berpotensi mengalami banyak kendala. Hal tersebut tentu berdampak terhadap progres. Bahkan, berimbas pada kualitas.
”Makanya, kami meminta supaya rekanan kerja cepat. Selain itu, jika cepat diselesaikan, serapan anggaran dinas juga bisa lebih maksimal,” pintanya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri meminta dinas PUTR terus mendorong rekanan untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan fisik. ”Jangan sampai program yang dicanangkan terlaksana tahun ini tidak selesai sesuai waktu yang ditargetkan,” katanya.
Dia mengaku sebenarnya komisi III sering mendesak eksekutif melaksanakan program fisik lebih awal. Sebab, saat menjelang akhir tahun, cuaca mulai berganti dengan musim hujan.
”Bahkan, waktu yang tersisa juga terbatas. Jadi, kalau terjadi kendala, akan sulit dilakukan evaluasi,” tandasnya. (bus/daf)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana