SUMENEP, RadarMadura.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan perhatian pemerintah provinsi (pemprov) pada Sumenep cukup maksimal dan komprehensif.
Utamanya, berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Hal itu disampaikan gubernur saat menghadiri acara prakarasa Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep di gedung Korpri Rabu, (23/8).
Menurut dia, ada pelayanan lain yang diberikan pemprov untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan. Misalnya seperti penyediaan transportasi laut dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju kepulauan di Sumenep.
”Kita memang berupaya memberikan pelayanan terbaik, khususnya untuk masyarakat kepulauan di Sumenep,” ucapnya.
Dijelaskan, masyarakat kepulauan di Madura harus mendapat perhatian prioritas. Belum lama ini, Khofifah meresmikan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang pada Minggu (4/7).
Dalam waktu dekat, dia juga akan meresmikan Pelabuhan Masalembu. ”Saat ini pelabuhan tersebut sudah mulai dioperasikan,” ulas ketua umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU itu.
Mantan Menteri Sosial itu menambahkan, pengoperasian Pelabuhan Masalembu dicanangkan terkoneksi ke beberapa pelabuhan lain di luar Madura.
Harapannya, untuk mendorong peningkatan ekonomi dan kemajuan pendidikan di wilayah kepulauan. ”Ini merupakan proses yang harus dilakukan untuk mempercepat kemajuan warga kepulauan,” terangnya.
Selain mengoptimalisasi bidang infrastruktur, kata Khofifah, Pemprov Jatim juga mendorong optimalisasi pemasangan instalasi listrik ke wilayah kepulauan. Saat ini sudah ada 24 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di enam pulau.
Pada tahun ini, PLTS yang beroperasi ditargetkan bertambah dan tersebar di 18 pulau. ”Pemasangan PLTS baru di 18 pulau tersebut ditargetkan tuntas pada Oktober nanti,” tandasnya. (bus/yan)
Editor : Abdul Basri