SUMENEP, RadarMadura.id – Mobil laboratorium milik Klinik Wijaya Kusuma terlibat tabrakan di jalan nasional Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Selasa (15/8). Akibatnya, pemotor bernama Masyhur, 51, warga Desa Sera Barat, meninggal dunia di puskesmas.
Kronologinya, sekitar pukul 04.50 mobil laboratorium Klinik Wijaya Kusuma merek Daihatsu Grand Max itu melaju dari arah utara ke selatan. Mobil warna putih dengan nopol M 1167 VL itu dikendarai Omar Wahdan, 64, warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, dengan kecepatan sedang.
Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba sepeda motor Suzuki Shogun warna hitam yang dikendarai korban menyeberang dari arah barat ke timur. Namun karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Motor bernopol M 5315 B itu ditabrak.
Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, tabrakan tersebut diduga karena pengendara sepeda motor kurang hati-hati saat menyeberang. Korban tidak melihat jika terdapat mobil yang melaju dari utara ke selatan.
”Diduga pengemudi sepeda motor pada saat menyeberang tidak memperhatikan laju kendaraan di jalan utama,” katanya.
Akibat kecelakaan itu, pemotor terpental hingga mengalami luka-luka di tubuhnya. Korban atas nama Masyhur itu akhirnya dilarikan ke Puskesmas Bluto untuk mendapatkan penanganan medis. ”Korban meninggal dunia di puskesmas,” terangnya.
Widiarti menambahkan, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan tidak rusak fatal. Kerugiannya hanya ditaksir Rp 3 juta. ”Untuk kendaraan yang terlibat laka sudah kami amankan di unit laka,” imbuhnya.
Perwakilan Laboratorium Klinik Wijaya Kusuma Sari membenarkan bahwa yang terlibat tabrakan tersebut mobil operasional kliniknya. Namun, dia enggan berkomentar lebih lanjut berkaitan kejadian itu lantaran merasa tidak berwenang.
”Iya benar (kendaraan milik laboratorium Klinik Wijaya Kusuma, Red),” singkatnya. (iqb/pen)
Editor : Berta SL Danafia