SUMENEP, RadarMadura.id – Kecelakaan KLM Putri Kuning sepekan berlalu. Pencarian korban akan berakhir Rabu (26/7). Hingga hari keenam kemarin, seorang korban belum ditemukan.
Dua tim dierahkan dalam pencarian tersebut. Pertama, tim yang menggunakan kapal milik Medco Energi. Operasi pencarian dari titik Rig Medco Energi ke arah barat. Sebab, titik duga kapal tenggelam itu menuju ke barat.
Tim kedua menggunakan kapal milik Basarnas Sumenep. Pencarian dilakukan di perairan sebelah selatan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting. Arah penyisiran juga menuju ke barat. Sebab, arah angin dan arus laut mengarah ke barat.
Koordinator Unit Siaga SAR Sumenep Nanang Pujo Prasetiyo menyatakan, pihaknya sudah menggali informasi ulang terhadap korban dan nakhoda KLM Putri Kuning. Kemungkinan korban yang belum ditemukan terseret arus ke arah barat. ”Sampai sekarang, hasil pencarian masih nihil,” ungkap Nanang melalui sambungan telepon dari tengah laut.
Posisi rig Medco Energi berada di sebelah selatan rig milik HCML. Sementara rig milik HCML tepat di sebelah selatan Pulau Gili Raja. Korban diduga terseret arus di sekitar perairan dekat rig Medco Energi.
Selama enam hari pencarian hingga kemarin (25/7), jarak paling jauh yang ditempuh tim SAR diperkirakan mencapai 8 mil laut dari Pulau Gili Raja. Atau, sekitar 40 mil laut dari Pelabuhan Kalianget. ”Semakin hari, pencarian kami semakin melebar,” ucapnya.
Nanang memastikan, korban yang belum ditemukan tinggal satu orang. Yakni, Irianti, bocah 9 tahun, asal Kecamatan Kendit, Situbondo. Pencarian akan dihentikan di hari ketujuh atau hari ini (26/7).
Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, korban yang belum ditemukan tinggal satu orang. Jumlah korban yang awalnya disebut 12 orang kini berubah menjadi 10 orang. Perinciannya, tujuh korban selamat dan dua korban meninggal. ”Kemudian, satu orang belum ditemukan,” terangnya. (bus/luq)
Pencarian Korban KLM Putri
Editor : Dafir.