SUMENEP, RadarMadura.id - Laka laut kembali terjadi di selat Madura. Kali ini dialami kapal layar motor (KLM) Putri Kuning GT.06 yang memuat barang dan orang. Lokasi kapal tenggelam itu di diperairan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (19/7).
Akibat laka laut itu dua orang dipastikan meninggal dunia, tiga orang hilang dan tujuh orang lainnya selamat. Total penumpang kapal sembilan orang dan tiga anak buah kapal (ABK).
Diketahui, KM Putri Kuning berangkat dari Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Kapten kapal tersebut melaporkan dan mengurus izin layar memuat barang berupa bahan bangunan menuju Gili Raja, Kabupaten Sumenep-Madura, Jawa Timur.
Jefri salah satu Anggota Basarnas Bondowoso menyampaikan kronologi laka air tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Basarnas, KM Putri Kuning mengalami kecelakaan akibat gelombang tinggi. Kemudian kapal menabrak dinding Rig Santos di perairan Gili Raja, Sumenep.
Diterangkan, korban selamat atasnama Saruji (nakoda) dan Subairi, ABK warga Dusun Somor Dalam, Desa Banbaru Kecamatan Gili genting Sumenep.
"Selain itu korban selamat atas nama Laili warga Jember, Dani warga Dusun Somoragung Gili Genting Sumenep, dan Herik Warga Kecamatan Panarukan Situbondo, serta Bambang," jelasnya kepada awak media.
Penumpang meninggal dunia atas nama Sumarni warga Jatisari, Kendit Situbondo dan Sima warga Pecaron, Pasir Putih Kabupaten Situbondo, jenazah saat ini diberangkatkan dari Gili Raja ke rumah duka di Situbondo.
Korban yang belum ditemukan Barnawi warga Panarukan, Situbondo. Kemudian Jumarwi warga Kendit, Situbondo serta Irianti usia 9 tahun putri dari korban meninggal Sumarni.
Sebelumnya, berdasarkan rilis dari Polres Sumenep membenarkan adanya kapal tenggelam diperairan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (19/7).
Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, SH menjelaskan sekitar pukul 02.00 WIB, KM Putri Kuning tenggelam, diduga menabrak tiang Rig pengeboran HCML di sumur MAC di perairan Gili Genting Kabupaten Sumenep yang disebabkan karena faktor cuaca yang kurang mendukung. Selain itu, kapal sarat dengan muatan.
Sementara itu, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Husky - CNOOC Madura Limited (HCML) mengklarifikasi bahwa kecelakaan KM Putri Kuning tidak terjadi di sekitar platform MAC. Alasannya karena koordinat lokasi kecelakaan jauh dari lokasi anjungan.
HCML meyakini bahwa kapal yang diduga sarat muatan dan dihantam cuaca buruk itu bukan menabrak platform MAC HCML.
"Kami menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa penumpang KM Putri Kuning. Namun, perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan kondisi di lapangan, tidak ada kejadian kapal menabrak platform MAC HCML pada hari Rabu (19/7) ini,” kata Manager Regional Office and Relations HCML, Hamim Tohari, Kamis (20/07).
Hamim menjelaskan bahwa titik koordinat dalam rilis yang disampaikan pihak Polres Sumenep bukanlah koordinat sumur MAC. "Informasi dari tim kami di lapangan, koordinat yang dirilis polres adalah Latitude -7.37681652 dan Longitude 113.91003326. Titik tersebut jauh dari sumur MAC," paparnya.
Hal lain yang menguatkan bahwa laka laut tidak terjadi di sekitar platform MAC adalah adanya aktivitas 130 orang anggota tim project HCML yang menyelesaikan MOPU di Sumur MAC.
“Tim tersebut bekerja dan tinggal di lokasi sumur (area offshore/lepas pantai, red). Jadi di sana ada sejumlah pekerja yang beraktivitas," pungkas Hamim. (dry)
Editor : Hendriyanto