Pelaksanaan event tersebut melibatkan ratusan jaran serek di Kota Keris. Termasuk, sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya, melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkrak perekonomian masyarakat.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan, Fetival Jaran Serek yang diselenggarakan merupakan upaya melestarikan budaya yang sudah ada sejak lama. Karena itu, event tersebut sengaja dilaksanakan kembali agar dikenal warga Sumenep. ”Ini sebagai langkah untuk melestarikan tradisi,” katanya.
Menurut Fauzi, selama ini berbagai event terus dilaksanakan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Termasuk, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumenep setelah pandemi Covid-19.
Bupati Fauzi menyatakan, setiap event yang digelar pasti melibatkan pelaku UMKM. Tujuannya, agar perputaran ekonomi semakin cepat. ”Ini semua untuk perekonomian agar meningkat. Tentu kami selalu memperhatikan aspek pemulihan ekonomi pascapandemi,” katanya.
Orang nomor satu di Kota Keris itu menerangkan, ke depan berbagai event akan terus dilaksanakan. Bukan, hanya jaran serek, melainkan juga banyak agenda festival lain yang akan berdampak untuk kemajuan Sumenep. Termasuk, di sektor pariwisata.
”Ketika banyak event di Sumenep, akan banyak wisatawan yang hadir. Maka, dengan sendirinya ekonomi mikro semakin berputar karena banyaknya kebutuhan yang diperlukan para wisatawan,” kata Fauzi. (iqb/daf) Editor : Abdul Basri