Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Siswa Kepulauan Sumenep Paling Banyak Belum Aktivasi PIP

Abdul Basri • Jumat, 24 Februari 2023 | 05:28 WIB
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
SUMENEP – Penerima program Indonesia pintar (PIP) yang gagal melakukan aktivasi rekening tersebar hampir di seluruh kecamatan di Sumenep. Hanya dua kecamatan yang tuntas melakukan aktivasi, yakni Kecamataan Raas dan Nonggunong.

Paling banyak penerima PIP yang gagal melakukan aktivasi berada di daerah kepulauan. Seperti Kecamatan Talango sebanyak 178 siswa, Kecamatan Kangayan 142 siswa, dan Kecamatan Arjasa 106 siswa.

Manajer Bisnis Mikro BRI Sumenep Mohammad Ayub mengatakan, proses aktivasi rekening penerima PIP bisa dilakukan di kantor unit BRI. Di Kabupaten Sumenep terdapat 13 kantor unit. Penerima PIP bisa melakukan aktivasi rekening di kantor unit terdekat.

Dia mengaku tidak mengetahui pasti data penerima PIP yang gagal melakukan aktivasi rekening. Sebagai bank penyalur, BRI hanya memproses pengajuan permohonan aktivasi penerima PIP jika persyaratan sudah lengkap.

”Kita sifatnya hanya support. Ketika sekolah hadir ke BRI dan persyaratannya lengkap, kita langsung proses aktivasi,” ujarnya kemarin (22/2).

Ayub mengaku tidak tahu saat ditanya terkait penyebab penerima PIP tidak bisa melakukan aktivasi. Menurutnya, itu merupakan tanggung jawab dari Dispendik Sumenep. Pihaknya sudah berupaya agar penerima PIP segera melakukan aktivasi rekening.

Menurut Ayub, pihaknya sudah membuat WhatsApp Group (WAG) bersama sekolah yang siswanya terdata sebagai penerima PIP. Melalui WAG tersebut pihak sekolah diimbau agar segera melakukan aktivasi. Jika di kecamatan tidak ada kantor unit BRI, bisa melakukan aktivasi secara kolektif.

”Kalau di kepulauan kita hanya ada dua kantor unit, di Pulau Kangean dan Sapudi,” terangnya.

Aktivasi bisa dilakukan meski bukan penerima langsung. Yakni, melalui pihak sekolah dengan ketentuan harus menyertakan surat kuasa dari penerima. Cara itu dilakukan karena tidak semua kecamatan memiliki kantor unit.

Ayub memaparkan, terdapat kode penerima PIP yang harus diinput untuk aktivasi rekening. ”Kalau masalah pencairan dananya bisa diambil kapan saja, yang penting (rekeningnya) aktif dulu,” paparnya.

Kabid Pembinaan SD Dispendik Sumenep Ardiansyah Ali Sobich mengutarakan akan terus melakukan koordinasi dengan bank penyalur. Tujuannya, untuk mempermudah proses aktivasi rekening penerima PIP. Namun, upaya tersebut belum berjalan maksimal karena masih banyak penerima PIP yang belum lakukan aktivasi.

Ardi menegaskan, proses aktivasi rekening secara kolektif bisa dilakukan jika di kecamatan tidak ada kantor unit bank penyalur. ”Bagi yang ada bank penyalur di kecamatan, tidak ada kolektif-kolektifan. Saya memantau ke sekolah,” tukasnya. (bil/han) Editor : Abdul Basri
#sekolah #pip #dispendik sumenep