Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disbudporapar Akan Akomodasi Kesenian Nontradisi

Abdul Basri • Senin, 26 Desember 2022 | 03:28 WIB
MENARIK: Pementasan teater oleh  Language Theatre Sumenep di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Selasa (17/5) lalu. (MAHENDRA UNTUK Radarmadura.id)
MENARIK: Pementasan teater oleh  Language Theatre Sumenep di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Selasa (17/5) lalu. (MAHENDRA UNTUK Radarmadura.id)
SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Perhatian Pemkab Sumenep pada kesenian memang besar. Namun, masih terfokus pada kesenian tradisional. Buktinya, seniman perupa, pelukis, teater, dan lainnya belum sepenuhnya mendapat tempat di hati pemkab.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Mohammad Iksan mengatakan, kesenian di Kota Keris beragam. Hal itu selaras dengan perkembangan zaman. Yang paling tampak adalah tari, ludruk, topeng, dan musik.

”Pelestarian itu tugas kami. Makanya, setiap tahun kami selalu memberi ruang kepada mereka lewat beberapa kegiatan,” kata Iksan kepada JPRM kemarin (24/12).

Mohammad Iksan mengakui, intansinya belum maksimal mengakomodasi seniman di Sumenep. Terutama kesenian nontradisi. Tetapi, ke depan keberadaaan mereka akan dipertimbangkan. Dengan begitu, kesenian di Sumenep tumbuh dengan baik. ”Tidak hanya menyangkut kesenian, tapi juga berkaitan dengan para pelaku seni agar terus berkarya dan berkreasi,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Akis Jazuli mengatakan, perhatian pemerintah kepada seniman harus merata alias cakupannya lebih luas. Pelestarian seni, budaya, dan tradisi sebaiknya juga meminta masukan dari budayawan, seniman dari lintas generasi, dan lintas disiplin.

”Kalau mau jujur, karya-karya anak Sumenep bagus-bagus. Namun, banyak seniman di luar daerah yang berasal dari Sumenep, justru memilih berkarya di luar. Ini seharusnya menjadi pertanyaan kita, kenapa? Karena memang iklim kesenian kita belum bisa sejalan dengan mereka,” tandasnya. (di/yan) Editor : Abdul Basri
#seniman #pemkab sumenep #perupa #pelukis #Disbudporapar #teater #pariwisata