Kepala Syahbandar Masalembu Rahmat Rahim mengatakan, yang terbakar di dalam Kapal Sabuk Nusantara 91 memang hanya ruangan dek 1. Namun, pihaknya belum berani memberikan izin berlayar.
Saat dicoba, mesin dan kelistrikan kapal berjaln dengan normal. Namun, izin berlayar belum dikeluarkan karena belum melakukan pengecekan secara menyeluruh. ”Jadi kapalnya tetap ada di Pelabuhan Masalembu,” katanya.
Rahmat Rahim menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sementara. Hasilnya, memang tidak banyak kerusakan. Hanya kasur yang berada di dek 1 yang rusak. ”Kalau kapalnya tidak ada kerusakan. Hanya kasur penumpang,” ulasnya.
Menurut Rahmat, kondisi tiga orang yang terjebak dalam dek 1 sudah sehat. Mereka sudah menjalani pemeriksaan medis akibat pernapasannya terganggu karena asap tebal. Sedangkan untuk yang meninggal dibawa ke kediamannya di Surabaya. ”Yang meninggal dijemput keluarganya,” tukas Rahmat.Rahmat menjelaskan, Kapal Sabuk Nusantara 91 berangkat dari Surabaya menuju Masalembu. Setelah itu, rencananya berlayar ke Karamian. Lalu, kembali lagi ke Masalembu untuk menjemput penumpang dan dilanjutkan ke Kalianget.
Setelah itu, kapal dijadwalkan ke Pulau Sapudi, lalu Kangean dan Sapeken. Kemudian, terakhir bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. ”Mestinya pagi ini (kemarin, Red) sudah sampai di Pelabuhan Kalianget,” jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan teknis, Kapal Sabuk Nusantara 91 akan langsung dibawa ke Surabaya. Tujuannya, dilakukan perbaikan. Sehingga, kemungkinan besar tidak bisa beroperasi untuk beberapa waktu ke depan. ”Nanti akan ada kapal pengganti untuk mengangkut penumpang,” ujarnya. (iqb/han) Editor : Abdul Basri