Program tersebut dibiayai bantuan keuangan (BK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Anggaran yang digunakan sebesar Rp 1.523.423.935. Tahun ini Pemkab Sumenep mengucurkan anggaran Rp 1,3 miliar untuk perpanjangan dermaga.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Transportasi DPRKPP Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, pemerintah memberi solusi agar panjang pelabuhan tersebut ditambah. Semula hanya sekitar 70 meter. Penambahaannya nanti sekitar 85 meter.
”Semuanya jadi 155 meter. Itu baru bisa dioperasikan,” terang Dadang pada JPRM kemarin (10/9). Dadang mengungkapkan, pemkab menganggarkan Rp 1,3 miliar untuk perpanjangan pelabuhan tersebut dari APBD. Dengan demikian, jika dibagi, nilai setiap meter proyek fisik itu lebih Rp 15 juta.
Proyek ini sudah ditender. Pengerjannya akan dimulai Oktober mendatang. Pelabuhan ini diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan di Pelabuhan Kalianget–Talango. ”Ini akan difungsikan untuk para wisatawan. Baik mereka yang akan berkunjung ke wisata religi Asta Sayyid Yusuf maupun wisata Gili Labak,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, perpanjangan pelabuhan wisata memang selesai dibahas. Dewan juga membahas pembangunan pelabuhan di sisi Talango.
Dia menegaskan, masyarakat belum menerima manfaat dari proyek pembangunan pelabuhan tersebut karena belum difungsikan. Dia berharap, pengerjaan proyek ini dipercepat. Sehingga, masyarakat merasakan langsung dampak positifnya. ”Semoga saja manfaatnya memang sesuai dengan harapan,” harapnya. (di/luq)
Editor : Abdul Basri