Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, pihaknya sudah melakukan perhitungan terkait kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan ambruk di Desa Madelan. Dikatakann, tahun ini pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh.
”Harus menunggu tahun depan. Sebab, sebelum dikerjakan harus melalui proses perencanaan lelang. Apalagi, kalau dibangun secara menyeluruh, memerlukan biaya Rp 1 miliar,” katanya.
Menurut dia, opsi kedua yang memungkinkan dilakukan adalah membangun jembatan darurat yang terbuat dari besi. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 280 juta. Kemungkinan, kegiatan itu bisa dilakukan secara swakelola dan atau dengan bantuan pihak ketiga.
”Ketika pembangunan jembatan darurat direalisasikan pada tahun ini, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh pemkab juga bertambah. Sebab, harus membongkar bangunan lama juga ingin membantu secara menyeluruh,” ucap Agus Adi Hidayat.
Agus Adi Hidayat, warga Desa Madelan mengatakan, kerusakan jembatan di desanya harus segera mendapatkan penanganan serius. Sebab, sudah makan korban dan kondisinya memang benar-benar ambruk. ”Saya harap pemerintah memperhatikan serta memproritaskan pembangunan jembatan itu,” katanya.
Ditambahkan, saat ini masyarakat desa menggunakan dana swadaya untuk membuat jalan alternatif di dekat jembatan yang rusak. Tujuannya, agar jembatan tersebut bisa digunakan untuk sementara waktu. ”Hari ini (kemarin, Red) masyarakat bergotong royong membuat jalan alternatif khusus kendaraan roda dua dengan bahan seadanya,” tutupnya.
Sekadar diketahui, jembatan di Desa Madelan tersebut, ambruk pada Senin sore (13/6). Jembatan tersebut menghubungkan Desa Madelan dengan Desa Daramista. Sebagian warga Desa Cangkreng dan Desa Sendir juga terkena dampak dari musibah tersebut. (iqb/yan) Editor : Abdul Basri