Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

KMP DBS III Beralih Layani Pelayaran Perintis

Abdul Basri • Rabu, 2 Oktober 2019 | 14:54 WIB
KMP DBS III Beralih Layani Pelayaran Perintis
KMP DBS III Beralih Layani Pelayaran Perintis

SUMENEP – Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III tidak lagi melayani pelayaran reguler. Sebab, kapal yang dikelola PT Sumekar itu sudah difungsikan menjadi pelayaran perintis. Tahun ini pelayaran KMP DBS III disubsidi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim Rp 12 miliar.


Direktur PT Sumekar Akhamad Zainal Arifin tidak menampik jika salah satu armadanya kini melayani pelayaran perintis. Kapal yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) itu tidak lagi melayani pelayaran reguler terhitung sejak Agustus 2019.


Pelayaran yang awalnya dijadwalkan dua kali dalam sepekan kini hanya sekali saja. Rute pelayanan penyeberangan yang sebelumnya Kalianget-Kangean-Sapeken juga berubah. Diterangkan, untuk bisa melayani penyeberangan perintis harus melayani penyeberangan  minimal dua kabupaten.


Rute baru KMP DBS III yakni Kalianget-Sapudi-Kangean-Sapeken-Banyuwangi. Dengan adanya pelayaran perintis akan membantu meringankan beban masyarakat dalam hal tiket. Harga tiket pelayaran perintis lebih murah. Sebab, mendapat subsidi dari pemprov.


Untuk tiket pelayaran Kalianget-Sapudi, penumpang cukup membayar Rp 6.500. Kemudian untuk rute Kangean Rp 18.000 dan ke Sapeken Rp 25.000. Sedangkan untuk pelayaran ke Banyuwangi penumpang cukup merogoh kocek Rp 35.000. ”Kontraknya dengan provinsi Agustus,” ungkap Zainal kemarin (1/10).


Zainal menambahkan, selama ini biaya operasional KMP DBS III cukup besar. Untuk itu, PT Sumekar ikut ambil bagian dalam pelayaran perintis guna mengurangi beban pengeluaran biaya dari perusahaan. Mengingat, sering kali penumpang KMP DBS III tidak penuh dikarenakan harga tiket mahal. ”Perusahaan dapat keringanan beban, penumpang juga terbantukan karena harga tiket lebih murah. Kalau sebelumnya tiket ratusan ribu, sekarang puluhan ribu,” tandasnya. 

Editor : Abdul Basri
#pt sumekar