Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pencak Silat dan Bupati Main Kelereng Meriahkan Lomba Kearifan Lokal

Abdul Basri • Jumat, 14 Desember 2018 | 19:51 WIB
Pencak Silat dan Bupati Main Kelereng Meriahkan Lomba Kearifan Lokal
Pencak Silat dan Bupati Main Kelereng Meriahkan Lomba Kearifan Lokal

SUMENEP – Hujan ringan membasuh bumi Sumenep pagi Kamis (13/12). Jalanan basah dan air menggenang di berbagai sudut. Aktivitas masyarakat banyak yang tertunda. Termasuk pembukaan lomba berbasis lokal di lokasi wisata digital Sar Kampong, Kecamatan Batuan, Sumenep.


Pukul 09.30 hujan mulai reda. Tinggal gemerintik gerimis yang gugur satu satu dari langit. Rombongan bupati Sumenep tiba di lokasi. Acara dimulai dan orang-orang yang sudah datang sejak sekitar pukul 08.00 bergeser ke dekat panggung.


Sebagian berada di bawah tenda. Sebagian lagi ada yang menggunakan payung atau jas hujan. Tapi, ada pula yang membiarkan gerimis lembut membasahi tubuh.


Acara dimulai dengan doa bersama. Dengan harapan, rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kemudian dimeriahkan dengan atraksi pencak silat. Seni bela diri tradisional ini cukup meningkatkan adrenalin. Apalagi dalam atraksinya, pesilat menggunakan pisau dan celurit tajam.


Warga sorak-sorai ketika sabetan celurit tak mengenai satu sama lain. Terutama ketika pemain lawan mampu mengunci si pemegang senjata. Para pemain juga terlihat berjibaku, melompat tinggi ketika sabetan celurit menyasar bagian bawah, menunduk ketika menyasar kepala, dan mundur ketika hendak ditebas dari arah depan.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep A. Shadik menjelaskan tujuan digelarnya acara tersebut. Pertama, memupuk rasa cinta dan mengembangkan budaya lokal. Kedua, sebagai sarana menunjukkan dan mengembangkan bakat seni pada siswa dan masyarakat.


Ketiga, sebagai sarana edukatif atau sarana pembelajaran bagi semua elemen masyarakat. ”Keempat, sebagai wujud penguatan pendidikan karakter di Sumenep,” kata Shadik.


Acara tersebut terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak. Salah satunya dukungan dari Gardu Budaya Jawa Pos Radar Madura. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas seluruh elemen yang telah mendukung.


Ada sebelas jenis lomba yang digelar. Yakni, pidato, dongeng, syair dan puisi berbahasa Madura. Kemudian, permainan-permainan tradisional yang kini sudah jarang dimainkan anak-anak di Sumenep. ”Ada lomba dako, rap-kerrapan, salodur, amaen leker, pal-kapalan, beklen, dan tenjek,” urainya.


Sementara itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, perlombaan berbasis kearifan lokal perlu ditingkatkan. Menurut dia, negara-negara maju tidak pernah meninggalkan kearifan lokalnya. Jepang maju karena kearifan lokalnya dipertahankan.


Jepang itu boleh maju atau sangat maju. Tetapi di Jepang yang namanya kearifan lokal, lomba-lomba berbasis lokal tidak pernah habis, tidak pernah hilang. Justru kemajuannya itu berbasis lokal,” papar bupati dua periode itu.


Dia bercerita pernah berada di Harvard University Amerika Serikat selama satu bulan. Pada suatu sore menjelang musim semi, dia mendengar ada keramaian di dekat kampus tersebut. Dia keluar untuk menyaksikan. Ternyata sedang digelar acara tradisi.


”Ada acara untuk menyambut musim semi. Jadi di sana di Amerika yang begitu kemajuannya diakui oleh siapapun, tetapi menyambut musim semi ada acara yang bersifat tradisional,” tambahnya.


Karena itulah dia mengajak agar masyarakat tidak hanya berbicara soal kemajuan teknologi di negara-negara besar. Sisi kebudayaan dari kehidupan mereka juga perlu dipelajari. Sebab kebudayaan, kaarifan tradisi, menjadi fondasi bagi tumbuh berkembangnya peradaban.


Menjaga tradisi bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan mengadakan perlombaan permainan tradisional. Seperti lomba berbasis kearifan lokal yang digelar di destinasi wisata digital Sar Kampong.


Usai seremoni pembukaan, Busyro bersama rombongan turun menyapa masyarakat dan peserta lomba. Bahkan, Busyro didampingi Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro Karim serta Kepala Disdik Sumenep A. Shadik turut mencoba permainan kelereng.


Sontak pemandangan langka itu disambut histeria warga. Banyak yang bertepuk tangan atas keseruan permainan kelereng. Bahkan, ada yang mengabadikan dalam bentuk rekaman video ataupun foto.

Editor : Abdul Basri
#sumenep