Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Semangat Kenalkan Produk Unggulan Desa

Abdul Basri • Selasa, 27 November 2018 | 16:31 WIB
Semangat Kenalkan Produk Unggulan Desa
Semangat Kenalkan Produk Unggulan Desa

SUMENEP – Ada yang berbeda di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep Senin (26/11). Gedung yang terletak di sebelah timur Taman Potrre Koneng itu berisi aneka produk unggulan desa. Mulai yang berbentuk makanan, bibit, hingga suvenir.


Jawa Pos Radar Madura mengunjungi stan demi stan yang tersedia. Rata-rata stan yang ada menyajikan produk badan usaha milik desa (BUMDes). Tapi, tidak semua BUMDes mengikuti pameran tersebut. Dari 330 desa se-Sumenep, hanya sekitar belasan BUMDes yang mengikuti pameran.


Aneka jenis kebutuhan tersaji di pameran itu. BUMDes Mandiri, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, menyajikan kerupuk katholo dan kerupuk patmena. BUMDes ini juga menyediakan bibit stroberi dan kain batik.


”Ini merupakan produk unggulan kami. Kami pamerkan di sini supaya masyarakat tahu akan karya-karya kami,” ujar Ketua BUMDes Mandiri Maimun.


Ditanya mengapa menyediakan bibit stroberi? Menurut dia, buah stroberi cukup diminati masyarakat. Usaha kebun stroberi juga bisa dikembangkan di Sumenep. ”Kalau usaha kebun apel kan sulit. Tapi kalau stroberi memungkinkan dan pasarnya juga terbuka luas,” tegasnya.


Lain halnya dengan BUMDes Kencana dari Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding. BUMDes ini menyediakan aneka sovenir. Mulai tas, cangkir, gelar, gantungan kunci, hingga pigura. Semua suvenir itu terbuat dari batok kelapa.


Posyantek Pusaka Madura, Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, menyajikan menu yang berkearifan lokal. Stan ini memamerkan mi instan berbahan kelor, stik kelor, tepung kelor, bubuk racik cabai jamu, kopi racik cabai jamu, dan lain-lain. Sedangkan UKM Karang Baru, Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, menampilkan kerupuk rumput laut, stik rumput laut, jus rumpur laut, mi instan rumput laut, dan dodol rumput laut.


Pameran tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak. Salah seorang pendamping desa di Kecamatan Lenteng Muzanni mengaku bangga karena desa-desa di Sumenep sudah memiliki produk unggulan. Hal itu dinilai akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan asli desa (PADes).


”Dampaknya bagi desa bisa lebih produktif dan menambah PADes. Baik melalui produk unggulan desa (prukades) yang diprakarsai oleh masyarakat ataupun diprakarsai oleh desa dengan BUMDesnya,” paparnya.


Dia berharap pameran semacam itu terus digelar. Setidaknya dengan adanya pameran, usaha di tiap desa semakin berkembang. Apalagi salah satu tujuan dikucurkannya dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) memang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


”Semakin banyak produk unggulan di desa berarti akan semakin banyak uang yang mengalir ke desa tersebut. Otomatis masyarakat sekitar bisa merasakan dampak positifnya,” tukasnya.


Melihat semangat pemeran itu, bukan tidak mungkin BUMDes akan menjadi energi ekonomi pedesaan. Sebab, BUMDes kini tidak hanya berfokus pada usaha simpan pinjam modal. Lebih dari itu, badah usaha milik desa juga mampu menghasilkan produk-produk unggulan berbasis kearifan lokal.

Editor : Abdul Basri
#sumenep