SUMENEP – Duka mendalam dirasakan para seniman di Sumenep. Taufikurrahman, 78, seniman pencipta tari muang sangkal, tutup usia Selasa (20/11) sekitar pukul 05.00 di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
”Seminggu yang lalu almarhum ke rumah saya naik becak,” kata Abd. Kadir, keponakan Taufikurrahman.
Warga yang tinggal di Jalan Jati Emas 9, Desa Pangarangan, Kota Sumenep, itu menuturkan, almarhum sudah sekitar tiga tahun sakit. Namun, almarhum tetap tegar. Almarhum Taufikurrahman mengalami komplikasi, terutama diabetes dan paru-paru.
”Selama hidupnya, almarhum belum pernah menikah,” ucap Kadir di depan rumah almarhum Taufikurrahman di Jalan Jupiter, Perumahan Satelit, Kota Sumenep.
Taufikurrahman merupakan putra RA Romlah (alm.) dan RP Gamaruddin Atmowidjoyo (alm). ”Mbah Atmo asli Sumenep dan ibu Romlah asli Bangkalan keturunan ningrat,” kata Kadir yang biasa memanggil almarhum Mbah Piek.
Almarhum memiliki sembilan saudara. Yang sudah meninggal yaitu RP Moh. Romli, Moh. Rusdi, RP Siti Rukmini, RP Taufikurrahman, dan RA Kurmawati Utari. ”Yang masih hidup RP Abdurrahman, RA Emmi Sudartini, RP Ahman Yani, dan RA Irrawati,” pungkas Kasubbaghumas Pemkab Sumenep itu. (c2)
Editor : Abdul Basri