SUMENEP - Pergelaran karapan kambing pada perayaan Hari Bhayangkara Ke-72 di Sumenep menjadi pembeda dengan daerah lain. Masyarakat pun menyambutnya dengan antusias.
Warga berkumpul di lapangan Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep, sejak pagi. Mereka berkumpul untuk menyaksikan karapan kambing. Acara itu dibuka pukul 07.00. Warga yang datang menonton langsung bersorak saat bendera start diangkat.
Sekali start, tiga kambing langsung berlari. Tidak seperti karapan sapi yang ditunggangi joki. Kambing dibiarkan berlari sekuat tenaga menuju garis finish.
Tidak jarang gelak tawa datang dari arah penonton di sekitar lapangan. Mereka melihat aksi lucu saat ada kambing yang berbalik ke arah garis start.
Terdapat 96 peserta yang mengikuti karapan kambing tersebut. Tak hanya dari Sumenep, peserta dari luar daerah juga. Bahkan, dari Probolinggo dan Lumajang juga berpartisipasi.
Karapan kambing itu merupakan rentetan kegiatan peringatan Hari Bhayangkara Ke-72 yang digelar Polres Sumenep. Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen, Bupati A. Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi, serta anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) juga ikut menyaksikan karapan kambing tersebut.
Usai kegiatan, Kapolres Sumenep melalui Kasubbaghumas Polres Sumenep Ipda Agus Suparno mengatakan, kegiatan itu merupakan usaha polres untuk lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, dia menilai karapan kambing justru lebih merakyat dibanding dengan karapan sapi.
”Karapan kambing adalah alternatif budaya lokal yang perlu dikembangkan. Selain bernilai budaya, juga lebih hemat. Sehingga, bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Editor : Abdul Basri