Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pasar Ternak Terpadu Minim Peminat

Abdul Basri • Rabu, 4 April 2018 | 01:42 WIB
Pasar Ternak Terpadu Minim Peminat
Pasar Ternak Terpadu Minim Peminat

SUMENEP – Pasar Ternak Terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, minim peminat. Sampai saat ini, pemanfaatannya belum maksimal. Bahkan dalam sepekan, hanya sekali digunakan untuk transaksi, yakni setiap Kamis. Itu pun jumlah pedagang yang datang ke pasar tersebut sedikit.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Saiful Bahri mengatakan, sepinya minat pedagang terhadap Pasar Ternak Terpadu merupakan hal biasa. Sebab, pasar itu masih tergolong baru daripada pasar-pasar ternak lainnya di Madura.


Pasar tersebut berbeda dengan Pasar Keppo, Pamekasan, yang setiap pasaran didatangi ratusan hingga ribuan pedagang. Namun, Saiful enggan membandingkan antara pasar yang di Bluto dengan yang di Pamekasan. ”Pasar Ternak Terpadu itu kan masih baru. Kedua, Pasar Keppo kan sudah lama,” katanya.


Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengaku prihatin atas minimnya minat pedagang terhadap Pasar Ternak Terpadu. Pihaknya mengklaim saat ini sedang menjadikan Pasar Ternak Terpadu sebagai atensi kajian. Pihaknya bakal melibatkan para stakeholder.


”Itu menjadi kajian saya bersama teman-teman dan dinas peternakan. Langkah apa yang harus kita ambil supaya kegiatan pasar sapi yang dikatakan pasar hewan terpadu itu betul-betul bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ini memang sedang kita kaji bersama,” kata Nurus Salam.


Pria yang akrab disapa Oyok itu menambahkan bahwa keberadaan Pasar Ternak Terpadu perlu dikaji secara komprehensif. Pertanyaan besarnya, lanjut dia, mengapa fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah dengan anggaran miliaran rupiah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat? Apakah karena secara geografis terlalu jauh dari rumah pedagang atau lainnya masih akan dikaji?


Pihaknya juga berencana duduk bersama antara dinas peternakan, dinas perdagangan, DPRD, para pedagang, dan pihak terkait. Termasuk, para asosiasi pedagang ternak akan dimintai masukan.


Namun, belum diputuskan kapan kajian dan pertemuan itu akan digelar. ”Ini mungkin masih kita jadwalkan karena baru selesai reses. Kita mendapatkan beberapa masukan dari banyak pihak terkait bagaimana benar-benar berfungsinya Pasar Ternak Terpadu itu,” tukasnya.


 


 


 

Editor : Abdul Basri
#komisi ii dprd