IDI Kecam Kekerasan terhadap Dokter di Sampang

Abdul Basri • Dipublikasikan Kamis, 9 November 2017 | 02:20 WIB
IDI Kecam Kekerasan terhadap Dokter di Sampang
IDI Kecam Kekerasan terhadap Dokter di Sampang

SUMENEP – Dukungan terhadap Dokter Internship RSUD Sampang Sulis terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sumenep. Dalam pernyataan sikap, mereka mengecam aksi kekerasan terhadap profesi dokter di seluruh Indonesia.


Mereka juga memberikan dukungan penuh kepada Sulis yang menjadi korban dugaan kekerasan. ”Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kekerasan fisik dan psikis pada seorang dokter di IGD RSUD Sampang yang sedang menjalankan profesinya melayani pasien,” kata Ketua IDI Cabang Sumenep Abdul Aziz.


IDI Sumenep mendesak pihak kepolisian untuk melakukan investigasi atas peristiwa tersebut. Selain itu, mendesak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang melakukan upaya nyata untuk melindungi para dokter. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan tugasnya secara profesional.


”Untuk itu, mungkin Pemkab Sampang bisa membuat pernyataan tertulis atau perda yang bisa digunakan untuk melindungi profesi dokter di Kabupaten Sampang,” terangnya.


 Dalam aksi protes ini, puluhan dokter juga ikut membubuhkan tanda tangan di atas banner berwarna putih. Hal itu sebagai pernyataan dukungan terhadap Sulis. Aziz berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi. ”Harapannya semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi, baik di Sampang, Sumenep, atau di daerah lain di Indonesia,” tegasnya.


Sebagaimana diberitakan, video rekaman CCTV dugaan tindak kekerasan kepada Sulis viral di medsos. Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, seorang pria yang diketahui bernama Abdullah Hidayat terlihat menjambak Sulis. Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang tersebut mengaku kecewa dengan pelayanan kepada ayahnya.


Abdullah Hidayat membenarkan di video itu adalah dirinya. Dia mendorong dokter itu saat ayahnya hendak berobat namun tidak terlayani dengan baik. Ayahnya yang menderita batu ginjal membutuhkan penanganan cepat. ”Persoalannya sudah selesai. Saya dengan pihak rumah sakit sudah tidak ada apa-apa,” katanya.

Editor : Abdul Basri
idi sumenep