SUMENEP, RadarMadura.id – Kompetisi AF Sport U-17 tak sekadar menjadi ajang adu kemampuan sepak bola antar kecamatan. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan pemain asal Kabupaten Sumenep. Aturan tersebut diterapkan untuk memastikan kompetisi menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit pesepak bola muda lokal.
Kompetisi itu resmi dibuka di Stadion A. Yani, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (10/10). Sebanyak 27 tim dari berbagai kecamatan di Kota Keris ambil bagian dalam ajangtersebut.
Ketua Pelaksana AF Sport U-17 Akh Hasbul menegaskan, setiap tim dilarang mendatangkan pemain dari luar Kabupaten Sumenep. Ketentuan itu diberlakukan agar kompetisi benar-benar memberikan ruang bagi talenta muda lokal untuk berkembang.
”Pemainnya tidak boleh mendatangkan dari luar daerah. Harus benar-benar berasal dari Sumenep,” tegasnya.
Meski demikian, panitia tidak mempermasalahkan pemain yang memperkuat tim dari kecamatan berbeda. Syaratnya, pemain tersebut tetap berasal dari Sumenep. Dengan demikian, perpindahan pemain antar kecamatan tetap diperbolehkan selama tidak melibatkan pemain dari luar daerah.
”Kalau antar kecamatan boleh, yang penting jangan libatkan pemain dari luar Sumenep,” ucap Hasbul.
Dia berharap, AF Sport U-17 menjadi sarana pembinaan sekaligus kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Melalui kompetisi tersebut, talenta potensial diharapkan dapat teridentifikasi dan dikembangkan untuk memperkuat sepak bola Sumenep pada masa mendatang.
”Ini dalam rangka mencari bibit muda pesepak bola Sumenep,” imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Amin Bashiri