BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggaran pembinaan atlet di Kota Salak terbatas. Tahun ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan hanya mengelola sekitar Rp 1,5 miliar. Dana itu digunakan untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus operasional.
Ketua FASI Bangkalan Mathur Husyairi mengatakan, dukungan anggaran yang diterima cabor belum cukup untuk memaksimalkan pembinaan atlet.
Misalnya, paralayang yang berada di bawah naungan FASI, sebelumnya mendapat dana pembinaan sekitar Rp 30 juta dalam setahun.
Dia menyebut anggaran tersebut dinilai masih terbatas. Sebab, kebutuhan latihan paralayang cukup besar.
Setiap kali latihan, pengurus bisa menghabiskan sekitar Rp 2 juta untuk penginapan dan operasional.
Apalagi, Bangkalan belum memiliki venue latihan sehingga atlet harus berlatih ke Malang.
Akibatnya, sebagian kebutuhan pembinaan masih harus dibiayai secara mandiri. Kondisi yang sama juga dirasakan sejumlah cabor lain yang harus menyesuaikan program latihan dengan kemampuan pembiayaan yang tersedia. Salah satunya adalah cabor taekwondo.
Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Bangkalan Tya menuturkan, biaya operasional dan pembinaam kegiatan selama ini kebanyakan ditanggung sendiri. ”Untuk anggaran, selama ini kami menggunakan dana mandiri,” terangnya.
Saat disinggung anggaran dana pembinaan dari KONI, dia menyebutkan ada. Dukungan yang diterima cabor diberikan dalam dua termin.
Nominalnya sekitar Rp 3,5 juta pada pencairan pertama dan Rp 1,5 juta pada pencairan berikutnya setelah cabor menyampaikan laporan.
"Kami tetap bersyukur meski belum mampu menutup seluruh kebutuhan kegiatan pembinaan," paparnya.
Ketua KONI Bangkalan Tajul Anwar menjelaskan, besaran dana pembinaan setiap cabor berbeda. Penyalurannya mempertimbangkan prestasi dan jumlah atlet.
Cabor yang belum memperoleh medali pada Porprov 2025 mendapatkan dana pembinaan sekitar Rp 5 juta. Sedangkan peraih medali mendapat bonus bagi atlet dan pelatih.
Tajul mengatakan, total anggaran yang dikelola KONI tahun ini sekitar Rp 1,5 miliar.
Anggaran itu berasal dari Dispora Bangkalan dan disalurkan kepada 50 cabor se-Bangkalan sesuai dengan prestasi dan jumlah atlet.
”Akibat efisiensi, jumlah anggaran untuk cabor juga menurun. Tahun-tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp 3 miliar tanpa event porprov,” tandasnya. (ina/yan)
Editor : Amin Bashiri