SLEMAN, RadarMadura.id – Unggul penguasaan bola tak menjamin bisa meraih kemenangan. Madura United (MU) membuktikan kalimat itu saat berduel dengan PSS Sleman di pekan kedua Liga 1 Super League. Laskar Sap Kerrap berhasil menang dengan skor 3-1 saat bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/9).
Tim tuan rumah sebenarnya tampil lebih dominan dibandingkan MU. PSS mencatatkan penguasaan bola hingga 59 persen dibandingkan tim tamu. Bahkan, mampu melepaskan 19 tembakan, tetapi MU lebih efektif dengan enam percobaan dan tiga di antaranya menjadi gol.
Kemenangan tersebut terasa penting bagi Laskar Sape Kerrap. Selain menjaga start sempurna dengan dua kemenangan, hasil itu sekaligus memutus catatan buruk saat menghadapi PSS pada pertemuan sebelumnya.
Madura United membuka keunggulan pada penghujung babak pertama. Dimitar Mitkov melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper PSS Ega Rizky.
PSS sebenarnya sempat mencetak tekanan sepanjang babak pertama. Bahkan, Madura United harus menghadapi gempuran tuan rumah, terutama ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Namun, situasi justru semakin menguntungkan tim tamu selepas jeda. Danilo Santacruz menggandakan keunggulan pada menit ke-46 sebelum Mitkov kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66.
PSS Sleman hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Matheus Fornazari pada menit ke-85. Waktu yang tersisa tidak cukup bagi Super Elang Jawa mengejar defisit sehingga Madura United mengunci kemenangan 3-1.
Pelatih Madura United Jose Manuel Gomes da Silva mengakui laga tersebut tidak mudah. Selain menghadapi permainan PSS, anak asuhnya juga harus bermain di tengah atmosfer Maguwoharjo yang dipadati belasan ribu pendukung tuan rumah.
”Pertandingan berjalan di lapangan yang sangat sulit karena PSS adalah tim yang bagus. Atmosfer stadion juga luar biasa,” ujar pelatih berkebangsaan Portugal itu.
Menurut Gomes, hasil tersebut merupakan buah dari persiapan yang dilakukan sebelum pertandingan. Strategi yang disiapkan dalam latihan mampu dijalankan pemain, terutama untuk melewati fase sulit pada babak pertama.
”Babak pertama adalah fase tersulit. Tapi, kami berhasil mengendalikan pertandingan sesuai rencana dan kemudian tampil lebih baik pada babak kedua,” jelasnya.
Gomes juga tidak ingin kemenangan tersebut hanya dikaitkan dengan ketajaman Mitkov. Menurut dia, tiga gol yang bersarang ke gawang PSS merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemain. ”Yang terpenting adalah kami mendapat tiga poin. Gol yang dicetak merupakan hasil kerja keras seluruh tim,” tegasnya.
Mitkov memang kembali menjadi sorotan setelah memborong dua gol. Bomber asal Bulgaria tersebut kini mencatatkan empat gol dalam dua pertandingan awal MU, setelah sebelumnya juga mencetak brace saat menundukkan Persijap Jepara.
Di sisi lain, PSS sebenarnya memiliki sejumlah peluang berbahaya. Pemain MU Ilhamsyah mengakui tekanan paling berat terjadi pada sekitar 20 menit terakhir ketika tuan rumah terus menggempur pertahanan Madura United.
“Kami sangat lelah karena PSS bermain bagus. Mereka memberi tekanan hebat, terutama 20 menit terakhir,” kata Ilhamsyah. Menurut dia, Madura United juga sedikit beruntung karena beberapa peluang lawan tidak berujung gol.
Hasil ini membuat Madura United mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan berada di puncak klasemen sementara. Sebaliknya, PSS masih tanpa poin setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Bali United pada laga pembuka. (afg/jup)
Editor : Amin Bashiri