Pinalti Kubur Ambisi Persepam di Babak 16 Besar

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:16 WIB
BERJUANG: Pemain Persepam (jersei hitam) adu skill dengan pemain Gen-B Mojokerto di SGMRP Pamekasan, Minggu (30/8).
BERJUANG: Pemain Persepam (jersei hitam) adu skill dengan pemain Gen-B Mojokerto di SGMRP Pamekasan, Minggu (30/8).

PAMEKASAN , RadarMadura.id – Langkah Persepam Pamekasan di Piala Soeratin U-17 Jawa Timur musim ini terhenti.

Namun, kegagalan di babak 32 besar tidak serta-merta menjadi akhir bagi skuad muda Laskar Ronggosukowati.

Persepam harus mengakui keunggulan Gen-B Mojokerto melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (30/8).

Sistem gugur membuat hasil tersebut sekaligus mengubur ambisi Persepam melaju ke babak 16 besar.

Secara permainan, Persepam sebenarnya tampil dominan pada laga tersebut. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu berbuah gol hingga laga harus ditentukan lewat titik putih.

Pelatih Persepam Deddy Kurniawan mengakui hasil akhir cukup mengecewakan.

Namun, dia tetap mengapresiasi perjuangan pemain sepanjang pertandingan.

”Secara permainan, kami mendominasi. Banyak peluang yang kami ciptakan, tetapi belum bisa menjadi gol. Kegagalan ini akan menjadi bahan evaluasi tim. Terlebih, mayoritas pemain masih berusia 16 tahun,” katanya.

Deddy melihat masa depan skuad tersebut masih panjang. Sebagian besar pemain bahkan masih berpeluang tampil kembali pada Piala Soeratin U-17 musim depan. Sehingga, pengalaman musim ini dinilai sangat penting. 

”Para pemain mendapat pelajaran langsung tentang tekanan pertandingan, persaingan, hingga mentalitas dalam sistem gugur. Tahun depan mereka bisa lebih berkembang dan lebih siap,” tegas Deddy.

Sementara itu, Manajer Persepam Abd. Razak juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan skuad muda.

Menurut dia, hasil pertandingan tidak boleh menghapus proses pembinaan yang sudah berjalan.

Razak menegaskan, Persepam memang menjadikan Piala Soeratin sebagai bagian dari proses pembinaan. Pemain lokal yang diproyeksikan dalam jangka panjang harus mendapat pengalaman sebanyak mungkin melalui kompetisi.

”Yang paling penting bagaimana anak-anak ini terus berkembang. Kami ingin talenta muda Pamekasan mendapat kesempatan dan pengalaman untuk menjadi pemain yang lebih baik,” ujarnya.

Dia berharap kegagalan di babak 32 besar menjadi bahan bakar untuk bangkit. Evaluasi akan dilakukan agar pemain tidak mengulangi kesalahan yang sama pada kompetisi berikutnya.

”Ini proses pembinaan. Kami tidak ingin satu hasil pertandingan membuat anak-anak kehilangan semangat. Justru pengalaman ini harus menjadi modal untuk mereka berkembang,” pungkasnya. (afg/han)

Editor : Amin Bashiri
persepam pamekasan piala soeratin u-17