SAMPANG, RadarMadura.id – Ratusan masyarakat memadati bibir Sungai Juklanteng, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, tumpah.
Mereka berbondong-bondong melihat kemeriahan lomba HUT Kemerdekaan RI yang ke-81 itu dengan antusias.
Pasalnya, peserta yang mencapai puluhan tim itu tidak hanya jadi ajang silaturahmi, namun juga mempresentasikan makna kekompakan.
Salah satu peserta Hosen Al Faruk menyampaikan, event lomba dayung dilaksanakan hampir setiap tahun.
Kali ini timnya ikut serta yang berasal dari para guru olahraga dan sejumlah guru asal Mandangin.
”Guru PJOK (Pendidikan, Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) kami kebetulan pintar dayung dan beberapa guru yang bergabung pada tim Wilker KKG (kelompok kerja guru),” katanya Sabtu (29/8).
Lomba yang digelar tingkat kecamatan itu diikuti kurang lebih 32 kelompok atau tim tingkat Kecamatan Sampang. Setiap tim terdiri dari tujuh peserta yang merebutkan garis finis dengan jarak tempuh 100 meter.
”Alhamdulillah, tim Wilker KKG kami menang pada babak penyisihan. Karena memang kami telah melakukan latihan selama satu minggu,” tambahnya.
Menurutnya, dalam perlombaan dayung Kampung Keddep ini yang paling penting tidak hanya meraih hadiah puluhan juta.
Namun, membangun kekompakan di dalam tim yang bisa diimplementasikan dalam dunia kerja. Bahkan, dirinya bernisiatif membawa lomba tersebut ke Pulau Mandangin.
”Mungkin tahun depan di Mandangin bisa mengadakan juga, karena di sana juga banyak kapal,” ungkapnya.
Lurah Banyuanyar Moh. Ajir menyampaikan, lomba dayung bukan hanya perlombaan olahraga tradisional. Namun, juga menjadi wadah semangat gotong royong antarwarga.
Dan, sungai Juklanteng dipilih sebagai bagian dari upaya memanfaatkan potensi lingkungan yang bisa menjadi ruang publik pada kegiatan positif.
”Selain olahraga dan hiburan, kegiatan ini juga memupuk semangat persatuan,” katanya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sampang Hanggara Pratama Syahputra menyampaikan, kegiatan lomba dayung tradisional memang patut dilestarikan. Selain mendatangkan hiburan, kegiatan ini dinilai memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat.
”Lomba dayung bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai finis, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul dan melaksankan kegiatan positif ini,” katanya. (ay/han)
Editor : Amin Bashiri