PAMEKASAN, RadarMadura.id – Regenerasi pesepak bola harus ditingkatkan. Misalnya, Pemuda Desa Bandaran menggelar kompetisi sepak bola mini di Lapangan Sepak Bola Desa Bandaran, Sabtu (15/8). Event ini diikuti enam tim dari delapan dusun.
Kegiatan itu menjadi angin segar bagi sepak bola desa. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir belum ada aktivitas lomba sepak bola di Desa Bandaran. Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Yuliyanto.
Dia mengatakan, kompetisi ini bukan sekadar mencari juara. Namun menjadi wadah untuk mengenalkan sepak bola sekaligus memberi ruang bagi anak-anak mengembangkan kemampuannya.
”Tujuan dasarnya memperkenalkan sepak bola dan menjadi wadah bagi adik-adik untuk berkembang. Syukur-syukur nanti mereka bisa berlaga di kompetisi lebih besar sebagai pemain profesional,” katanya.
Yuliyanto berharap para pemain muda bisa terus menempa diri setelah mengikuti kompetisi. Bakat yang muncul diharapkan berkembang hingga menembus kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Liga Askab PSSI Pamekasan.
Antusiasme masyarakat turut mewarnai jalannya pertandingan. Setiap sore, warga datang ke lapangan untuk menyaksikan aksi pemain muda sekaligus kembali merayakan sepak bola di desa.
Menurut Yuliyanto, event tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali geliat sepak bola di Desa Bandaran. Pemuda Bandaran berencana menjadikan kompetisi itu sebagai agenda tahunan.
”Kami bertekad mengadakan event seperti ini setiap tahun. Tentu, dengan harapan melalui kompetisi ini bisa mengembangkan potensi sepak bola adik-adik di Desa Bandaran,” tukasnya (afg/bil)
Editor : Amin Basiri