Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rekor Tak Terkalahkan Ternodai, Persepam Tumbang 2-0 atas Pasuruan United

Amin Basiri • Senin, 22 Juni 2026 | 15:00 WIB
DIKEJAR: Pemain Persepam berusaha mengelabui pemain Pasuruan United di Stadion Sriwedari, Surakarta, Sabtu (20/6).
DIKEJAR: Pemain Persepam berusaha mengelabui pemain Pasuruan United di Stadion Sriwedari, Surakarta, Sabtu (20/6).

SURAKARTA, RadarMadura.id -  Rekor tanpa kekalahan yang disadang Persepam Pamekasan harus terhenti. Laskar Ronggosukowati tumbang 2-0 atas Pasuruan United pada laga perdana Grup DD babak 16 besar Liga 4 nasional yang digelar di Stadion Sriwedari, Surakarta, Sabtu (20/6).

Manajer Persepam Abd. Razak mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan tersebut bukan disebabkan penampilan pemainnya, melainkan akibat sejumlah keputusan wasit yang dinilai yang dinilai merugikan timnya.

Perjalanan panjang Persepam yang selama ini tidak terkalahkan akhirnya tercoreng pada pertandingan ini. 

Tetapi, dalam permainan bersama Pasuruan United kami cukup puas, katanya.

Pemainnya telah menunjukkan perjuangan maksimal menghadapi salah satu tim terkuat di babak 16 besar.

Namun, hasil pertandingan justru tercoreng oleh keputusan-keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan.

”Kami tercoreng oleh wasit yang ditunjuk oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang sangat menyakitkan bagi tim Persepam, tegasnya.

Sorotan utama tertuju pada proses lahirnya penalti untuk Pasuruan United. Razak menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Wasit sangat jauh posisinya dari titik pelanggaran dan linesman juga diam.

Padahal kami yang dilanggar waktu itu. Tetapi, lawan yang mendapat penalti, ujarnya, ujarnya.

Kekecewaan Persepam bukan tanpa alasan. Pasuruan United memang menjadi lawan yang selalu menghadirkan pertandingan ketat musim ini. Pada fase grup Liga 4 Jawa Timur, kedua tim bermain imbang 3-3.

Sementara di final Liga 4 Jawa Timur, Persepam baru bisa menang lewat adu penalti setelah bermain sama kuat selama 90 menit.

Laga itu digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan.

”Dua kali kami bertanding dengan hasil seperti ini. Tentu kami sakit, sangat sakit, dan ini diulangi kembali, kami yang dilanggar, malah lawan yang dapat penalti, imbuh Razak.

Meski demikian, Persepam memilih tidak larut dalam kekecewaan. Laskar Ronggosukowati masih memiliki dua pertandingan tersisa yang akan menentukan nasib mereka di Grup DD.

Razak menegaskan peluang lolos ke babak delapan besar masih terbuka lebar.

Karena itu, fokus tim kini tertuju pada dua laga berikutnya. Sehingga, dua pertandingan terakhir wajib dimenangkan.

”Insyaallah enam poin akan kami raih, dan insyaallah kami tetap melaju ke babak delapan besar dengan doa dan dukungan masyarakat Pamekasan, sambungnya.

Menurut dia, kompetisi Liga 4 nasional telah menguras banyak tenaga dan pengorbanan.

Karena itu, Persepam tidak ingin perjuangan panjang tersebut berakhir hanya karena satu hasil buruk.

”Liga 4 ini cukup melelahkan. Banyak membuang energi, pikiran, dan dana, ujarnya. Razak juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan suporter yang selama ini setia mengawal perjuangan Persepam. (afg/jup)

Editor : Amin Basiri
#Laskar Ronggosukowati #Pasuruan United #persepam pamekasan