RadarMadura.id— Argentina kembali membuka perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan laga penuh perhatian. Pada Rabu (17/6) pukul 08.00 WIB, La Albiceleste akan menghadapi Aljazair di Kansas City Stadium, Kansas, Amerika Serikat.
Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka Grup J, melainkan ujian mental bagi sang juara bertahan untuk menjaga stabilitas sejak awal turnamen.
Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian dalam misi mempertahankan gelar dunia.
Empat tahun sebelumnya, Argentina pernah mengalami awal pahit di Qatar 2022. Saat itu, mereka tumbang 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka grup.
Kekalahan tersebut justru menjadi titik balik penting dalam perjalanan mereka hingga akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Dari pengalaman itu, Argentina belajar bahwa start buruk bisa mengubah arah turnamen secara drastis.
Baca Juga: Daftar Pemain Portugal di Piala Dunia 2026, Siapa Saja yang Akan Menemani Cristiano Ronaldo?
Kini situasinya berbeda. Lionel Scaloni tetap memegang kendali tim, sementara Lionel Messi masih menjadi kapten utama.
Keduanya membawa tekad kuat agar Argentina tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Fokus utama mereka adalah memastikan laga pertama berjalan sempurna demi membuka jalan mempertahankan gelar juara dunia.
Sejak menjuarai Piala Dunia 2022, Argentina menunjukkan performa yang sangat stabil. Dalam 39 pertandingan terakhir, mereka meraih 34 kemenangan dengan 28 di antaranya tanpa kebobolan.
Catatan tersebut menunjukkan betapa solidnya sistem permainan yang dibangun Scaloni. Konsistensi ini membuat Argentina kembali dianggap sebagai salah satu favorit kuat di turnamen 2026.
Meski begitu, Scaloni tetap waspada terhadap jebakan awal turnamen. Sejumlah tim besar seperti Brasil, Spanyol, dan Uruguay tercatat mengalami kesulitan pada laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan mudah. Argentina dituntut tampil disiplin sejak menit pertama.
Aljazair datang sebagai lawan yang tidak bisa diremehkan. Di bawah asuhan Vladimir Petkovic, mereka menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa laga terakhir.
Kemenangan atas Belanda dan hasil positif melawan tim Amerika Latin dalam laga uji coba menjadi bukti kekuatan mereka. Gaya bermain disiplin dan cepat membuat Aljazair berpotensi menjadi ancaman serius.
Petkovic juga dikenal sebagai pelatih yang mampu merancang strategi efektif melawan tim besar. Pengalamannya membawa Swiss tampil solid di Piala Dunia 2018 menjadi modal penting.
Ia diprediksi akan menggunakan pendekatan taktis yang menekankan pertahanan rapat dan serangan balik cepat untuk meredam dominasi Argentina. Formasi 3-5-2 atau 4-4-2 diamond menjadi opsi utama yang disiapkan.
Di sisi lain, Argentina tetap mengandalkan kekuatan lini tengah yang sudah teruji. Trio Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister kembali menjadi poros permainan.
Mereka bertugas menjaga keseimbangan sekaligus mengalirkan bola ke lini depan. Dukungan Thiago Almada di sisi serangan menambah variasi dalam skema ofensif Scaloni.
Lionel Messi tetap menjadi figur sentral dalam pertandingan ini. Ini akan menjadi penampilan ke-27 Messi di putaran final Piala Dunia, sekaligus turnamen keenamnya sepanjang karier.
Meski tidak lagi berada pada puncak usia emas, pengaruhnya di dalam permainan tetap sangat besar. Scaloni masih menempatkannya sebagai kunci dalam membongkar pertahanan lawan.
Di lini depan, Lautaro Martinez diperkirakan menjadi ujung tombak utama Argentina. Sementara di lini belakang, Cristian Romero akan memimpin pertahanan untuk menjaga kestabilan tim.
Emiliano Martinez tetap menjadi andalan di bawah mistar gawang. Kombinasi ini membuat Argentina memiliki struktur tim yang seimbang di semua lini.
Pertandingan ini juga menjadi ujian bagi Aljazair untuk membuktikan diri di panggung besar. Pemain seperti Riyad Mahrez tetap menjadi tumpuan meski performanya tidak lagi setajam sebelumnya.
Ia akan didukung Amine Gouiri dan Mohammed Amoura yang memiliki kontribusi signifikan selama kualifikasi. Serangan cepat menjadi senjata utama untuk mengejutkan Argentina.
Namun, Messi tetap menjadi pembeda utama dalam laga ini. Kepemimpinannya dinilai sebagai faktor yang tidak dimiliki beberapa tim besar lain seperti Brasil, Spanyol, dan Uruguay ketika mereka tergelincir di laga pembuka.
Pengalaman dan ketenangan Messi di momen krusial menjadi alasan Argentina tetap difavoritkan untuk meraih kemenangan di laga pembuka Grup J.
Baca Juga: Catat Jadwal Portugal di Piala Dunia 2026, Ronaldo Pimpin Skuad Bertabur Bintang di Grup K
Fakta Menarik Argentina vs Aljazair
| Fakta | Keterangan |
|---|---|
| Laga | Argentina vs Aljazair |
| Grup | Grup J Piala Dunia 2026 |
| Stadion | Kansas City Stadium, Kansas |
| Waktu | Rabu, 17 Juni 2026 pukul 08.00 WIB |
| Kapten Argentina | Lionel Messi |
| Pelatih Argentina | Lionel Scaloni |
| Pelatih Aljazair | Vladimir Petkovic |
| Rekor Argentina | 34 kemenangan dari 39 laga terakhir |
| Ancaman Aljazair | Riyad Mahrez & Mohammed Amoura |
| Formasi Potensial | Argentina 4-3-3 vs Aljazair 3-5-2 |
Kunci Pertandingan
| Aspek | Argentina | Aljazair |
| Kekuatan utama | Penguasaan bola & pengalaman | Serangan balik cepat |
| Pemain kunci | Messi, Lautaro Martinez | Mahrez, Amoura |
| Strategi | Dominasi lini tengah | Bertahan rapat |
| Risiko | Overconfidence | Minim tekanan |
Prediksi Umum Pengamat
| Skenario | Hasil |
| Dominasi Argentina | 2-0 untuk Argentina |
| Pertandingan ketat | 1-0 untuk Argentina |
| Kejutan Aljazair | Hasil imbang atau skor tipis |
Editor : Fadila An Naila