SUMENEP, RadarMadura.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep menyiapkan konsep pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab) untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur (Jatim). Yakni, dengan cara melaksanakan pemusatan latihan dua kali.
Ketua Harian KONI Sumenep, Abdul Kadir Al-Mahdali menyatakan, tahun lalu puslatkab dilangsungkan satu sesi. Yakni menjelang pelaksanaan porprov. Setelah dievaluasi, hasilnya dinilai kurang maksimal.
”Kalau hanya satu kali (puslatkab), itu waktunya terbatas. Kemudian, atlet cenderung kewalahan menjalankan latihan,” katanya.
Oleh sebab itu, puslatkan kedepannya akan dilaksanakan di akhir tahun 2026 selama tiga bulan. Itu dilakukan hanya kepada atlet dan cabang olahraga (Cabor) yang ditunjuk untuk mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut.
”Lalu menjelang pelaksanaan porprov, akan kami laksanakan puslatkab kembali selama empat bulan. Tujuannya, untuk pemantapan,” imbuhnya.
Namun salah satu kendala untuk melaksanakan puslatkab di akhir tahun ini adalah pembiayaan. Sebab, program tersebut tidak dianggarkan di organisasinya. Oleh karena itu pihaknya berupaya untuk mendapat tambahan anggaran keolahragaan dari Pemkab Sumenep di APBD perubahan 2026.
”Kalau tidak ada angagrannya, maka terpaksa terpaksa harus melakukan pesmuatan latihan secara mandiri,” ujar Kadir.
Kadir memaparkan, penguatan sistem pembinaan menjadi kunci utama atlet asal Sumenep agar bisa bersaing secara kompetitif di Porprov 2027. Oleh sebab itu, KONI akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pembinaan yang dilakukan semua cabor.
”Kami terus ingatkan pengurus cabor agar pembinaan atlet harus maksimal. Jaring talenta baru, dan rawat yang sudah ada,” katanya. (iqb/jup)
Editor : Amin Basiri